Jelang Ramadan 2021, Teddy Syach Teringat Sayur Oyong Buatan Almarhumah Rina Gunawan

Oleh Wayan Diananto pada 12 Apr 2021, 14:30 WIB
Diperbarui 14 Apr 2021, 19:00 WIB
Rina Gunawan. (Foto: Instagram @rinagunawan74)
Perbesar
Rina Gunawan. (Foto: Instagram @rinagunawan74)

Liputan6.com, Jakarta Teddy Syach kesulitan mengekspresikan perasaannya menjalani Ramadan 2021 tanpa istri. Rina Gunawan yang dinikahinya pada 11 April 1999, meninggal dunia pada 2 Maret 2021.

“Saya belum tahu karena ini baru pertama kali seumur-umur. Artinya, dengan keberadaan anak-anak sendiri saja sudah cukup mewakili bahwa sosok mendiang masih ada karena diwakili anak-anak,” kata bintang sinetron Para Pencari Tuhan.

Berkaca pada Ramadan sebelumnya, Teddy Syach tak pernah minta makanan aneh-aneh untuk sahur dan buka. Ia membatasi makan daging dan condong ke sayur kuah bening serta rebusan.

2 dari 5 halaman

Agak Hindari Daging

Teddy Syach dan Rina Gunawan
Perbesar
Teddy Syach dan Rina Gunawan. (Instagram/rinagunawan74)

“Ramadan saya makannya enggak aneh-aneh, cukup rebus-rebusan yang simpel. Beliau juga sudah tahu saya mau makan apa. Kayak sayur oyong atau apa, yang simpel,” beri tahu Teddy Syach.

“Saya agak menghindari daging. Beliau pasti sudah menyiapkan, dari malam hari sudah ada,” sambung sang aktor seraya menyebut Ramadan tiap tahun bersama Rina Gunawan selalu berkesan.

3 dari 5 halaman

95 Persen

Teddy Syach dan Rina Gunawan
Perbesar
(Instagram/rinagunawan28)

“Sahur terutama. Pasti saat sahur itu kami selalu, 95 persen itu pasti bersama karena sisa yang lima persen itu pasti saya yang masih nyangkut di lapangan. Kami selalu sahur bersama,” kata Teddy Syah.

Ini kami lansir dari video “Curahan Hati Teddy Syah Akan Lewati Ramadan Pertama Tanpa Sosok Rina Gunawan” di kanal YouTube Cumicumi, Minggu (11/4/2021).

 

4 dari 5 halaman

Ada Kalanya Prihatin Menerpa

Teddy Syach dan Rina Gunawan
Perbesar
(Instagram/rinagunawan74)

Ramadan dan kepergian istri memberi pelajaran berharga bagi Teddy Syach. Bintang film Kafir: Bersekutu Dengan Setan menyimpulkan hidup tak selamanya soal kesenangan.

Ada kalanya prihatin menerpa. Ramadan momen tepat untuk berempati pada mereka yang dilanda prihatin. Rasa inilah yang diharapkan membuat manusia makin dekat dengan Sang Khalik.

5 dari 5 halaman

Menikmati Rasa Lapar

[Bintang] Rina Gunawan
Perbesar
Teddy Syach (Adrian Putra/Bintang.com)

“Bagaimana kelaparan, menikmati rasa lapar, menikmati rasa haus, menahan rasa kantuk segala macam. Buat saya Ramadan adalah pelajaran hidup untuk saya, anak-anak, dan keluarga besar kami,” Teddy Syach menyimpulkan.

Sebelumnya, ia meragu akankah kuat menjalani Ramadan tanpa istri. Namun Teddy Syach berkomitmen, “Mungkin saya juga enggak kuat. Cuma saya berusaha kuat untuk anak-anak.”

 

 

Lanjutkan Membaca ↓