Lirik Lagu Cara Ceroboh Untuk Mencintai (Darashinai Aishikata) - JKT48

Oleh Surya Hadiansyah pada 24 Mar 2021, 16:40 WIB
Diperbarui 24 Mar 2021, 16:40 WIB
Cara Ceroboh Untuk Mencintai (Darashinai Aishikata) - JKT48
Perbesar
Cara Ceroboh Untuk Mencintai (Darashinai Aishikata) - JKT48. (instagram.com/jkt48)

Liputan6.com, Jakarta - Idol group JKT48 kembali melahirkan karya terbarunya berjudul "Cara Ceroboh Untuk Mencintai (Darashinai Aishikata)" pada 16 Maret 2021 lalu. Single ini menjadi single ke-22 JKT 48.

Di single terbarunya ini, JKT48 mencoba mengambil perspektif baru dalam menunjukkan sisi lain dari cinta.

Berikut ini lirik lagu "Cara Ceroboh Untuk Mencintai (Darashinai Aishikata)" - JKT48.

 

2 dari 2 halaman

Cara Ceroboh Untuk Mencintai

Cara Ceroboh Untuk Mencintai (Darashinai Aishikata) - JKT48. (instagram.com/jkt48)
Perbesar
Cara Ceroboh Untuk Mencintai (Darashinai Aishikata) - JKT48. (instagram.com/jkt48)

Terbalut rapat perban, pergelangan tangan ini

Ada bekas berapa kali kutelah jatuh cinta

 

Kemarin, apa yang telah kuucap, hari ini, belum tentu bisa kuingat

Kola yang sodanya sudah hilang, terasa seperti ciuman dengan cowok yang sudah putus

 

Hei, kalau mau berkelahi, ayo lakukan di bawah jembatan layang saat kereta lewat

Betapa parahnya

 

Aku terlalu banyak bicara

Jadi sangat membenci diri sendiri

Sekarang begini, padahal dulu

Aku hanya bisa diam

 

Dengan ceroboh aku mencintai

Sehingga aku pun terluka

Karena harga diri yang tidak ada gunanya

 

Dengan ceroboh aku memaafkan

Dan hidup sampai sekarang

Penyesalan itu pura-pura, maaf

NANANANANA

 

T-shirts tak bisa kulepas, karena di dada ini

Ada kiss mark dari mantan yang belum dijelajahi

 

Kelanjutan mimpi yang dulu pernah kulihat, sepertinya sudah tidak akan ada lagi

Pola plafon kamar yang kulihat saat rebahan di kasur, memangnya ada artinya?

"Ya, aku sebenarnya menunggu hujan lebat turun sehingga bisa tersiram basah"

Bergumam sendirian

 

Karena dunia ini merepotkan

Orang lain itu sudahlah hiraukan

Harusnya terserah aku kapan

Bisa memilih mati saja

 

Dengan ceroboh aku pun berpisah

Saat bosan dengan dirinya

Hanya karena rasa yang muncul dalam sekejap

 

Dengan sedihnya aku menyesali

Jadi pecundang selamanya

Meskipun begitu, cinta kusalahkan

 

Dengan ceroboh aku mencintai

Sehingga aku pun terluka

Karena harga diri yang tidak ada gunanya

 

Dengan ceroboh aku melupakan

Terus terpuruk berlebihan

Seluruh hidupku penuh dengan luka

NANANANANANA

NANANANANANA

Lanjutkan Membaca ↓