Luncurkan Lagu Tokyo, AmPm Curhat Soal Citra Kampung Halamannya di Jepang

Oleh Surya Hadiansyah pada 20 Mar 2021, 16:15 WIB
Diperbarui 21 Mar 2021, 00:17 WIB
AmPm
Perbesar
Grup Jepang AmPm. (Sushi Muzik)

Liputan6.com, Jakarta Sejak awal terbentuk, AmPm telah mengeluarkan sejumlah lagu hit dari beragam genre dengan menggamit vokalis dari berbagai belahan dunia. Bahkan sampai menjadi artis Jepang pertama yang merilis lagu dalam format NFT.

Pada hari ini (19/3/2021), AmPm mengeluarkan single terbaru berjudul "Tokyo". Lagu dari duo produser asal Jepang ini merupakan ekspresi sekaligus apresiasi kreatif terhadap kota asal mereka.

Single "Tokyo" dibuat dalam balutan musik dance yang sekaligus merupakan akar musik AmPm dan mendapat sambutan hangat di kalangan komunitas penikmat musik dance.

2 dari 7 halaman

Dinamis

AmPm
Perbesar
Grup Jepang AmPm. (Sushi Muzik)

Walau secara umum masuk dalam kategori musik house, degup lagu terasa semakin dinamis dengan perpaduan tech house, deep house, dengan unsur musik Timur yang memang jadi ciri khas karya tim duo produser bermasker ini.

Hasilnya, single "Tokyo" menyuguhkan gairah serta sisi kreativitas musik yang berbeda lagi dari AmPm.

Single ini juga digunakan sebagai bagian dari kampanye model terbaru sepatu sneaker terbaru dari CONVERSE×BILLY’S, yaitu model ALL STAR J HI “SPARK."

 

3 dari 7 halaman

Label Rekaman

Single "Tokyo" diedarkan di bawah Sushi Muzik, label asal Belanda yang berdiri di Amsterdam tahun 2020. Walau statusnya sebagai label musik baru, Sushi Muzik telah mengeluarkan musik karya musisi dance legendaris seperti Norman Doray, Roland Clark, Kryder dan Eddie Amador.

Sebagai entitas asal Eropa yang mengambil nama dari makanan Jepang, label ini diakui secara internasional sebagai perusahaan rekaman yang memiliki ciri khas musik dance tersendiri.

 

4 dari 7 halaman

Makna Istimewa 

Sementara itu, "Tokyo" memiliki makna istimewa tersendiri bagi kedua anggota AmPm.

"Hingga kini, kami telah menciptakan banyak lagu dance sebagai akar musik kami. Namun, kami tidak pernah mengeluarkan lagu dance dengan unsur tradisional seperti dalam lagu ini. Di tahun keempat sejak debut, kami mencoba tantangan baru," ujar mereka.

 

5 dari 7 halaman

Inspirasi Lain

Inspirasi lainnya juga diungkapkan oleh AmPm di balik pembuatan lagu ini.

"Tahun 2020 merupakan awal dari periode sulit dan di luar dugaan terasa sangat panjang. Dengan segala yang terjadi di dunia sekarang ini, kami merasa kata ‘Tokyo’ telah berubah menjadi konotasi negatif baik di kalangan domestik maupun luar negeri," ujar kedua personel.

"Berhubung Tokyo merupakan rumah kami, kondisi sekarang sangat menyedihkan hati. Ada keterbatasan yang bisa dilakukan terhadap situasi seperti sekarang ini. Namun, kami berharap semua orang dapat membangkitkan kembali persepsi positif mengenai Tokyo," lanjut mereka.

 

6 dari 7 halaman

Harapan

"Kami berharap, siapa pun yang mendengar lagu ini dapat menemukan gairah dan impresi baru tentang Tokyo dan menyebarkan energi positif melalui musik dance. Berhubung lagu ini adalah lagu dance tanpa lirik, semoga lagu ini dapat memicu imajinasi yang lebih luas lagi," ujar mereka.

"Kami berharap pendengar bisa menikmati musik dalam volume kencang kembali dan bergoyang tanpa merasa kuatir. Pertimbangan-pertimbangan di atas itulah yang membuat kami memutuskan untuk merilis ‘Tokyo’. Semoga yang mendengarkan juga bisa menyukai, seperti apa yang kami rasakan!" pungkasnya.

 

7 dari 7 halaman

Lagu yang Belum Diedarkan

Sebagai tambahan, AmPm akan mempublikasikan lagu mereka yang sebelumnya belum pernah diedarkan berjudul "Intro" sebagai NFT edisi terbatas, melalui lelang yang akan berjalan mulai dari tanggal 19 hingga 31 Maret.

NFTs (non-fungible tokens) adalah kode digital khusus yang diverifikasi oleh teknologi blockchain dan setiap kode dibuat unik. Lelang ‘Intro’ Akan diadakan di situs khusus dan hanya penawar yang menang yang Akan menerima kode dan bisa mendengarkan lagu.

Melalui Cara ini, AmPm menjadi artis Jepang pertama yang menjual musik mereka sebagai NFT. Jadi, nantikan AmPm mengedarkan "Tokyo" ke dunia dan "Intro" ke dunia virtual.

Lanjutkan Membaca ↓