Demi Lovato Ungkap 3 Kali Kena Stroke dan Alami Kerusakan Otak Setelah Overdosis

Oleh Ratnaning Asih pada 18 Feb 2021, 14:30 WIB
Diperbarui 18 Feb 2021, 14:30 WIB
Demi Lovato
Perbesar
Efek overdosis masih dirasakan Demi Lovato hingga kini. (Jamie McCarthy / AFP)

Liputan6.com, Los Angeles - Juli 2018, Demi Lovato nyaris meregang nyawa karena mengalami overdosis. Rabu (17/2/2021), trailer dari tayangan dokumenter mengenai kejadian ini yang bertajuk Demi Lovato: Dancing with the Devil, ditayangkan oleh YouTube.

Dalam video ini, diceritakan apa yang dialami pelantun "Skyscrapper" saat ia berada di rumah sakit. Rupanya kala itu ia mengalami serangkaian kejadian mengerikan.

Dilansir dari People, Kamis (18/2/2021), ia mengungkap bahwa dirinya kala itu terkena stroke sebanyak tiga kali, dan juga mengalami serangan jantung.

2 dari 5 halaman

Kerusakan Otak

[Bintang] Demi Lovato
Perbesar
Demi Lovato. (AFP/Rich Fury)

Efek peristiwa tersebut, ia rasakan hingga kini.

"Aku mengalami kerusakan otak, dan masih merasakan efeknya sampai sekarang. Aku tidak menyopiri mobil, karena aku memiliki titik buta dalam pandanganku," tutur Demi Lovato dalam tayangan ini.

3 dari 5 halaman

Sulit Membaca

Demi Lovato
Perbesar
Demi Lovato (John Salangsang/Invision/AP)

Ia juga menceritakan efek negatif lain yang menyerang penglihatannya.

"Dalam waktu yang sangat lama, aku mengalami kesulitan membaca. Sebuah pencapaian besar ketika akhirnya aku bisa membaca sebuah buku, sekitar dua bulan kemudian, karena pandanganku sangat kabur," kata wanita 28 tahun ini.

4 dari 5 halaman

Jadi Pengingat

Kids-Choice-2017-Demi-Lovato
Perbesar
Demi Lovato. (Chris Pizzello/Invision/AP)

Demi Lovato mengatakan bahwa sampai saat ini memori tentang kejadian ini masih menjadi pengingat baginya mengenai apa yang bisa terjadi bila kembali terjerumus dalam hal yang sama.

"Aku bersyukur karena pengingat itu, tapi aku sangat bersyukur bahwa aku tak perlu menjalani rehab," kata dia.

5 dari 5 halaman

Tak Disesali

Kepada People, ia juga sempat mengungkap tak menyesali peristiwa yang hampir merenggut nyawanya ini.

"Semua yang terjadi kepadaku agar aku bisa belajar. Ini adalah perjalanan yang menyakitkan, dan saat aku melihat ke belakang aku kadang merasa sedih mengingat rasa sakit yang harus kutahan dan melewatinya, tapi aku tak menyesali apa pun," ujarnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓