Tissa Biani Rela Berkelahi dengan Lyodra Idol demi 7 Hari Menuju 17 Tahun

Oleh Sapto Purnomo pada 15 Feb 2021, 10:20 WIB
Diperbarui 15 Feb 2021, 10:20 WIB
FOTO: Gaya Tissa Biani saat Pai Outfit Merah, Elegan dan Memesona
Perbesar
Tissa Biani untuk kali pertamanya berkelahi. (Liputan6.com/IG/@tissabiani)

Liputan6.com, Jakarta Tissa Biani untuk pertama kali dalam hidupnya berkelahi dengan seseorang. Kekasih Dul Jaelani terlihat adu jotos dengan Lyodra Ginting, penyanyi jebolan ajang pencarian bakat.

Namun semua itu hanya terjadi dalam serial remaja berjudul 7 Hari Sebelum 17 Tahun yang akan tayang setiap sepekan sekali di Stro TV. Dalam serial tersebut Tissa Biani berperan sebagai Zia, sementara Lyodra berperan sebagai Gina.

"Aku benar-benar belum pernah punya pengalaman berantem sama lawan main siapa pun. Itu pertama kali aku adegan berkelahi," kata Tissa Biani dalam jumpa pers virtual, beberapa waktu lalu.

2 dari 4 halaman

Tak Kesulitan

7 Gaya Lyodra Ginting yang Kini Main Akting di 7 Hari Sebelum 17 Tahun
Perbesar
Lyodra Ginting. (Sumber: Instagram/marcelldarwin)

Meski pertama kali berkelahi, namun Tissa Biani tidak menemui kesulitan. Apalagi lawan mainnya sangat mendukung walaupun baru terjun di dunia akting

"Lyodra benar-benar sangat suportif banget mainnya dan dia sangat-sangat profesional. Jadi aku pun sebagai lawan mainnya merasa terbantu sekali," ujar Tissa Biani.

3 dari 4 halaman

Pertama

FOTO: Gaya Tissa Biani saat Pai Outfit Merah, Elegan dan Memesona
Perbesar
Tissa Biani. (Liputan6.com/IG/@tissabiani)

Buat Lyodra, ini merupakan debut aktingnya. Namun selama proses syuting semuanya sangat berkesan dan membuatnya senang melakukan pekerjaan barunya.

“Pengalaman paling berkesan, ya semuanya berkesan karena ini pengalaman pertama aku. Karakter aku di sini sangat berbeda dibanding yang orang sudah tahu,” ujar Lyodra .

4 dari 4 halaman

Kata Sutradara

[Fimela] Tissa Biani Azzahara Visit Film KKN
Perbesar
Tissa Biani Azzahara. (Adrian Putra/Fimela.com)

Serial yang mengangkat kehidupan anak Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan berbagai lika-likunya baik soal percintaan, perkelahian dan sebagainya. Bagaimana seharusnya dalam menjalani hidup yang wajar dan saling menghormati

“Ide ceritanya sebenarnya sudah dua atau tiga tahun lalu. Point of view cerita ini bukan untuk kekerasan, bullying atau percintaan. Tapi, mau menunjukkan bagaimana memanusiakan manusia. Dikemas ada fantasinya supaya tidak terlalu dark gitu,” tutur Rangga Nattra selaku sutradara.

Lanjutkan Membaca ↓