Demam K-Pop Melanda Indonesia 10 Tahun Terakhir, Ini Ulasan Pengamat

Oleh Wayan Diananto pada 07 Jan 2021, 18:20 WIB
Diperbarui 07 Jan 2021, 18:20 WIB
BTS di Karpet Merah Grammy
Perbesar
Boyband Korea Selatan, Bangtan Boys alias BTS menghadiri perhelatan Grammy Awards 2019 di Staples Center, Los Angeles, Minggu (10/2). Beberapa member seperti J-Hope, Suga, Jin dan Jongkook memilih mengenakan dasi kupu-kupu. (Jordan Strauss/Invision/AP)

Liputan6.com, Jakarta - Dunia dilanda demam K-Pop termasuk Indonesia. Sejumlah ikon Korea Selatan telah diakui dunia. BTS misalnya, beberapa kali memimpin tangga lagu bergengsi Billboard.

Parasite karya Bong Joon Ho memborong 4 Piala Oscar termasuk Film Berbahasa Asing dan Film Terbaik. Pidato Bong bahkan dianggap salah satu yang terbaik dalam sejarah.

Fenomena ini perkuat dengan perekrutan sejumlah pesohor Korea sebagai brand ambassador toko daring di Indonesia. Itu ditambah dominasi drakor dengan cerita yang meremas hati kaum hawa.

 

2 dari 5 halaman

Demam K-Pop

Poster film Parasite. (Foto: IMDb/ Barunson E&A)
Perbesar
Poster film Parasite. (Foto: IMDb/ Barunson E&A)

Dominasi K-Pop belakangan memengaruhi industri showbiz Indonesia sebagai bagian dari ekonomi kreatif dan sejumlah sektor lain. Ahli di bidang branding, Yuswohady, membenarkan.

“Demam K-Pop di Indonesia sudah terjadi dalam 10 tahun terakhir. Survei menunjukkan saat ini bintang-bintang K-Pop memiliki pasar yang besar dan trafik tinggi,” Yuswohady mengulas.

3 dari 5 halaman

Eksistensi Drakor

Love in The Moonlight
Perbesar
Serial drakor Love In The Moonlight. (Sumber: Vidio)

“Dampaknya, sejumlah perusahaan di Indonesia mulai memboyong artis Korea sebagai brand ambassador karena banyaknya penggemar militan baik di dalam juga luar negeri,” urainya.

Banyaknya acara e-commerce yang menghadirkan bintang Korea hingga eksistensi drakor, yang naik daun di tengah masyarakat Indonesia, ternyata membuat permintaan produk adaptasi Korea meningkat signifikan.

4 dari 5 halaman

BTS di Layar Kaca Indonesia

BTS dalam acara Waktu Indonesia Belanja TV Show Tokopedia (YouTube/ tokopedia)
Perbesar
BTS dalam acara Waktu Indonesia Belanja TV Show Tokopedia (YouTube/ tokopedia)

Yuswohady mencontohkan, dampak drakor yang menayangkan adegan mengudap makanan khas Korea. Pegiat usaha di Indonesia ikut menjual makanan seperti teokbokki dan jajangmyeon. Saat pandemi, penjualan makanan khas Korea di Tokopedia misalnya naik lebih dari 5 kali lipat.

Contoh lain, program Waktu Indonesia Belanja yang diisi BTS serta ditayangkan SCTV dan Indosiar. Keterlibatan BTS membuat program ini menempati peringkat pertama topik tren di Indonesia maupun dunia. 

5 dari 5 halaman

Tren Iklan K-Pop di Indonesia

BTS. (Twitter/ bts_bighit)
Perbesar
BTS. (Twitter/ bts_bighit)

Di sisi lain, tren iklan K-Pop di Indonesia secara tidak langsung mendorong daya beli masyarakat terutama anak muda. “Apabila daya beli meningkat diikuti membaiknya penjualan, tidak tertutup kemungkinan investasi akan masuk,” ujar Pengamat Ekonomi dan Dosen Binus University, Doddy Ariefianto.

“Investasi yang masuk melalui sejumlah perusahaan dalam negeri akhirnya akan kembali ke masyarakat Indonesia,” pungkas Doddy dalam siaran pers yang diterima Showbiz Liputan6.com. Tampaknya, industri seni Tanah Air perlu belajar banyak dari Korea Selatan.

Lanjutkan Membaca ↓