Dikira Alergi, Ini Penjelasan Dewi Perssik soal Ruam di Wajah Akibat Covid-19

Oleh Zulfa Ayu Sundari pada 28 Des 2020, 16:00 WIB
Diperbarui 28 Des 2020, 16:00 WIB
Dewi Perssik
Perbesar
Banyak yang tak percaya ruam merah di wajah Dewi Perssik adalah efek Covid-19. [Foto: Instagram Dewi Perssik]

Liputan6.com, Jakarta - Dewi Perssik mengalami reaksi tak biasa saat terpapar virus Covid-19. Ya, tubuh serta wajah istri Angga Wijaya ini muncul ruam kemerahan.

Namun, banyak yang tak percaya bila ruam tersebut merupakan efek yang muncul akibat positif Covid-19. Warganet menduga pelantun "Mimpi Manis" ini alergi. Dewi Perssik pun memberi penjelasan.

"Misalkan banyak yang tanya bercak-bercak itu karena biduran kah, karena alergi. Aku tidak punya alergi makanan," kata mantan istri Saipul Jamil ini di YouTube-nya, Minggu (27/12/2020).

"Aku pernah tes alergi. Alergi aku itu adalah parfum sama bahan yang bukan dari logam. Kalau bahan bukan logam itu biasanya aku alergi bercak merah. Jadi harus pakai emas, bukan aksesoris yang bukan logam mulia," sambungnya.

2 dari 4 halaman

Cek Alergi

[Fimela] Dewi Perssik
Perbesar
Dewi Perssik (Instagram/dewiperssikreal)

Ruam tersebut muncul di hari ke 11 hingga 14 setelah dinyatakan positif. Awalnya, Dewi Perssik juga menduga bahwa dia alergi.

"Hari ke-15 enggak keluar lagi karena langsung ke RS di Tanah Abang, untuk cek alergi aku. Jadi sakit ini kalau orang itu campak lah, atau biduran, atau kaligata aku pernah merasakan itu. Tapi ini berbeda di saat aku lagi Covid-19," jelasnya.

3 dari 4 halaman

Gatal dan Sakit

Dewi Perssik (Foto: Instagram/@dewiperssikreal)
Perbesar
Dewi Perssik (Foto: Instagram/@dewiperssikreal)

Ruam merah juga terasa sangat gatal dan membuat tubuh Dewi Perssik sakit. "Bukan hanya merah aja tapi gatal banget, panas dan juga tulang aku kayak ditusuk-tusuk gitu," tuturnya.

"Jadi sakit semua seluruh badan. Dan rasanya di dada sesak sekali, aku enggak bisa napas. Napasnya itu seperti banyak asap di sini (dada) kayak terengah-engah," imbuh Dewi.

4 dari 4 halaman

Langka

Dia kemudian menjelaskan bahwa gejala yang dialaminya memang terbilang langka. Ia harap, tak ada lagi orang yang merasakan hal yang sama dengannya.

"Jadi itu yang perlu teman-teman tahu, bahwa itu bukan biduran saja, tapi itu adalah efek sakit Corona di mana 20 persen aku adalah orang yang di 20 persen itu. Memang itu langka dan mudah-mudahan itu nggak terjadi sama teman-teman semuanya," ia mengakhiri.

Lanjutkan Membaca ↓