Dukungan Artis di Pilkada Serentak, Indra Bekti Berharap Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Oleh Aditia Saputra pada 04 Des 2020, 19:20 WIB
Diperbarui 04 Des 2020, 19:20 WIB
[Fimela] Indra Bekti
Perbesar
(Daniel Kampua/Fimela.com)

Liputan6.com, Jakarta Pilkada serentak akan berlangsung pada 9 Desember 2020 mendatang. Dukungan pada penyelenggaraan pilkada serentak terus bertambah, termasuk oleh para artis Indonesia. Pasalnya, Pilkada 2020 dibutuhkan untuk memastikan setiap daerah punya pemimpin. 

Salah satunya adalah pembawa acara Indra Bekti. Secara pribadi dirinya awalnya berharap pilkada 2020 diundur. Namun, ia tahu bahwa penyelenggaraan Pilkada 2020 adalah perintah undang-undang.

“Bagaimanapun pilkada harus banget ya, kita juga butuh pemimpin, ya harus dilakukan serentak. Jadi pasti udah diperhitungkan seperti apa," kata Indra Bekti dalam keterangan tertulisnya, baru-baru ini.

 

2 dari 4 halaman

Protokol Kesehatan

[Fimela] Indra Bekti
Perbesar
(Daniel Kampua/Fimela.com)

Indra Bekti pun berharap, seluruh tahapan pilkada senantiasa menerapkan protokol kesehatan. Kampanye pun tidak perlu ada pengumpulan massa sehingga sulit menerapkan jaga jarak. Demikian pula pada hari pemungutan suara, diharapkan protokol kesehatan tetap diterapkan secara ketat. 

Selain itu, penyelenggara pemungutan suara dan pemilih diharapkan rajin cuci tangan, senantiasa menjaga jarak, dan memakai masker.

 

3 dari 4 halaman

Wajar

[Bintang] Abdel dan Temon
Perbesar
Foto profil SUCA Host - Abdel dan Temon (Yunan Laziale/bintang.com)

Hal senada juga diungkapkan komedian Temon. Dirinya melihat ketakutan masyarakat di masa pandemi ini adalah hal yang wajar. 

“Ini kan pertama kali ya. Ada ketakutan wajar. Karena pilkada di masa pandemi bisa mengundang kerumunan, tapi kalau lihat anjuran, lalui tahapan, semoga sih aman," ujar Temon ketika dihubungi.

 

4 dari 4 halaman

Strategis

Teman Abdel Achrian itu menambahkan, Pilkada serentak di tengah Pandemi saat ini mau tidak mau harus tetap dilaksanakan. Pasalnya, harus ada pemimpin untuk mengambil keputusan strategis yang berdampak pada masyarakat.  

“Di masa pandemi ini kan harus ada pemimpin untuk mengambil keputusan strategis dan penting. Makanya tak bisa kalau tak ada pemimpin. karenanya harus ada kesadaran dari masyarakat juga dalam memilih," pungkas Temon.

Lanjutkan Membaca ↓