Anak Krisdayanti sampa Rio Febrian Bikin Album Anak-Anak

Oleh Aditia Saputra pada 04 Des 2020, 11:10 WIB
Diperbarui 04 Des 2020, 15:16 WIB
Lagu Anak Bintang (Vol. 1)
Perbesar
Lagu Anak Bintang (Vol. 1)

Liputan6.com, Jakarta Beberapa putra dan putri artis ikut terlibat dalam album anak-anak. Album bertajuk Lagu Anak Bintang (Vol. 1). Hal ini yang membuat GMI Records dan KFC Indonesia tergerak membuat sebuah album lagu-lagu anak

Seperti judulnya, album Lagu Anak Bintang (Vol. 1) memang menghadirkan sejumlah anak-anak artis Indonesia. Terdiri dari 10 lagu, album ini menampilkan lagu-lagu anak klasik dan terbaru.

Sebut saja seperti Kent, anak Donie Sibarani yang menyanyikan lagu Burung Hantu. Ada juga anak Krisdayanti, Amora dan Aeshan, anak dari Sandhy Sondoro. Selain itu ada Nala (anak Mona Ratuliu), Jamme (anak Rio Febrian), Naia (anak Tike Priatnakusuma), Megumi dan Miskha (anak Desta), Raina dan Rakana (anak Irfan Hakim), dan juga Azahbel (anak Enda Ungu).

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Judul Lagu

Lagu Anak Bintang (Vol. 1)
Perbesar
Lagu Anak Bintang (Vol. 1)

Album yang diproduseri oleh Irwan "Opung" Simanjuntak ini menyuguhkan lagu-lagu anak lawas seperti Ambilkan Bulan ciptaan AT Mahmud, Bintang Kecil, Burung Hantu (Ciptaan G. Daljono Hadisudibyo) hingga lagu Naik-Naik ke Puncak Gunung ciptaan Ibu Sud. 

Ada juga lagu Aku Bisa ciptaan Seli Pontoh, Aku Sayang Semuanya ciptaan Sandhy Sondoro, Terima Kasih Guruku ciptaan Melly Goeslaw, Andai Aku Punya Sayap ciptaan Ate Mamat hingga Abang Tukang Bakso karya Mamo Agil. Untuk singel pertama, album ini menghadirkan lagu Budaya Beberes ciptaan Epoy Barok.

“Kita dikumpulin, para orang yang berkecimpung di dunia seni disatukan dalam album ini tapi bukan orangtuanya. Kami diminta untuk menyelamatkan lagu anak karena anak-anak akhir-akhir ini lebih sering menyanyikan lagu dewasa. Jadi kita senang diajak untuk berkolaborasi karena kita pengen anak-anak kita nyanyi lagu sesuai usianya," kata Tike Priatnakusuma dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan.

 


Bukan Paksaan

Meski seluruhnya kebanyakan artis dan musisi, anak-anak yang terlibat dalam album ini bernyanyi tanpa paksaan. Para orangtua juga tidak mau mendesak anak-anaknya agar bernyanyi dengan bagus layaknya penyanyi profesional. 

"Saya sebagai orangtua waktu rekaman tidak men-direct karena niatnya anak-anak bisa nyanyi ala mereka. Vocal director pun berusaha ngeluarin karakter masing-masing. Jadi satu album tuh beda-beda, anak-anak enggak dipaksa nyanyi begini-gini. Saya sendiri senang dengarnya," kata Rio Febrian.

 

 


Generasi Terbaru

Lewat album ini, para artis dan musisi berharap anak-anak Indonesia mulai kembali menyanyikan lagu-lagu sesuai umur mereka. Sekaligus mengenalkan lagu anak-anak era 1990an ke generasi terbaru. 

"Dengan hadirnya ini jadi ada referensi tambahan lagu anak. Jadi mudah-mudahan hadir kembali referensi yang bisa dinyanyiin anak-anak," kata Mona Ratuliu.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya