Kerukunan Shandy Aulia dan Ayahnya yang Hidup Berbeda Keyakinan

Oleh Zulfa Ayu Sundari pada 12 Sep 2020, 15:30 WIB
Diperbarui 12 Sep 2020, 15:30 WIB
Shandy Aulia
Perbesar
Intip keharmonisan Shandy Aulia dan ayahnya meski berbeda keyakinan. [Foto: Instagram Shandy Aulia]

Liputan6.com, Jakarta - Lewat kanal YouTube-nya, Shandy Aulia berbincang mengenai perbedaan keyakinan dengan ayahnya sejak usia remaja. Shandy Aulia memeluk Kristen mengikuti ibunya, sementara sang ayah, memeluk Islam.

Saat kecil, tepatnya ketika masih mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar, Shandy Aulia sempat mempelajari Islam. Lalu saat usia 17 tahun, ibu satu anak ini akhirnya mantap memilih satu keyakinan yaitu Kristen.

"Akhirnya aku bilang ke papa keyakinan ini yang aku pilih. Apa yang membuat papa sampai hari ini bisa mengerti dan kita menjalani masing-masing yang kita percaya?" tanya Shandy Aulia dalam video yang diunggah pada Jumat (11/9/2020).

2 dari 4 halaman

Tak Dipaksa

Shandy Aulia
Perbesar
Hubungan Shandy Aulia dan ayahnya Kiemas Yusuf Effendy terjalin baik, meski beda keyakinan (Dok.YouTube/Shandy Aulia)

Meski hati kecilnya merasa berat, namun sang ayah menghargai dan menerima keputusan sang anak. Ia tak ingin memaksakan kehendaknya.

"Enggak. Ya kita harus berani menasihati anak kita, tapi jangan dipaksa. Di Islam tidak boleh dipaksa," ucap ayah Shandy Aulia, Kemas Yusuf Effendy.

3 dari 4 halaman

Berbuat Baik

Shandy Aulia
Perbesar
Hubungan Shandy Aulia dan ayahnya Kiemas Yusuf Effendy terjalin baik, meski beda keyakinan (Dok.YouTube/Shandy Aulia)

Kemas Yusuf Effendy mengedepankan rasa toleransi, baik itu kepada lingkungannya, maupun kepada anaknya yang berbeda keyakinan.

"Kita kan sesama manusia harus saling berbuat baik, membantu dan tidak boleh mengganggu," tuturnya.

4 dari 4 halaman

Berbesar Hati

Shandy Aulia juga sangat menghargai ayahnya yang berbesar hati dalam menyikapi perbedaan ini. Hati yang lapang membuat hubungan terasa damai.

"Kita memang harus punya hati yang besar untuk menerima karena kalau kita punya argumentasi itu tidak menyelesaikan. Karena setiap kita punya pandangan yang kita imani itu benar. Aku percaya harus ada kata damai," paparnya.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait