Migi Rihasalay Angkat Desain Berbeda di Karya Terbaru

Oleh Aditia Saputra pada 22 Jul 2020, 15:20 WIB
Diperbarui 22 Jul 2020, 23:17 WIB
Migi Rihasalay
Perbesar
Migi Rihasalay

Liputan6.com, Jakarta Desainer Migi Rihasalay bersiap untuk memperkenalkan karya terbarunya. Setelah sebelumnya dikenal dengan desain yang berwarna-warni, kali ini Migi menelurkan karya yang berbeda. Saat ini, karya yang bakal dibuatnya bakal mengangkat tema senja. Ini berbeda dengan desain-desain sebelumnya.

"Saya dapatkan saat merenung di akhir waktu transisi antara siang dan malam. Dalam desain ini, teknik pembuatannya agak sulit karena harus tepat," ujar Migi Rihasalay saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2020).

Migi Rihasalay menjelaskan desain yang dibuatnya ini menggunakan teknik brush dan painting. Dirinya pun tidak main-main dalam penggunaan air dan cat yang harus tepat.

“Desain lainnya yang saya beri nama Lolypop, desain ini pernah dipakai keluarga Ruben Onsu dan Jenny Cortez," ujar Migi Rihasalay.

 

Masa Kecil

Migi Rihasalay
Perbesar
Migi Rihasalay

Bicara soal ide awal, desainer yang pernah tampil di Bali Fashion Trend 2020 ini semuanya berawal dari keinginannya mempercantik sebuah kekurangan. 

'Waktu usia tujuh tahun, saya suka nemuin boneka Barbie rusak. Terus coba saya recycle. Saya clean up, lalu coba menutupi yang kurangnya tersebut. Tidak ada kaki saya coba tutupi pakai longdress. Intinya saya banyak termotivasi sesuatu yang rusak dan kotor dijadikan indah," paparnya.

 

Motivasi

Migi Rihasalay
Perbesar
Migi Rihasalay

Hal ini pula yang juga memotivasi mimpi dirinya membuka free class untuk anak-anak yang memiliki hobi prakarya atau di bidang kreatif lainnya. 

"Karena saya meyakini, apa pun yang dipupuk sejak kecil, kelak akan menjadi pohon yang menghasilkan buah jika di tanam dengan benih yang baik," ucapnya.

Ia pun kini tengah terlibat dalam sebuah proyek renovasi sejumlah rumah rumah joglo tua yang kondisinya sudah rusak di Tanjung Lesung, Banten.

"Saya re-build kembali, dan kumpulan rumah-rumah joglo yang saya sebut Kampoeng Joglo ini akan berisi rumah joglo dari Jepara, Pati dan Demak. Rumah-rumah joglo ini nantinya akan dijadikan salah satu peninggalan budaya Jawa," paparnya.

 

Rumah Joglo

Tidak hanya itu, Migi pun berencana, salah satu joglo tersebut akan dijadikan ruangan aktivitas untuk anak-anak belajar sambil bermain yang secara tidak langsung akan menginisiasi aktivitas yang dilandasi pengenalan budaya Indonesia. 

"Ini juga berkaitan persiapan program free class tadi. Nantinya akan ada alat-alat membuat kerajinan tangan, seperti melukis, membuat batik dan pottery dari tanah liat," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓