Dita Karang Tanggapi Komentar Nyinyir Warganet, Dianggap Debut karena Kekayaan Keluarga

Oleh Ratnaning Asih pada 26 Mei 2020, 11:00 WIB
Diperbarui 26 Mei 2020, 11:00 WIB
Dita Karang
Perbesar
Sejak datang ke Korea Selatan, Dita Karang telah memutuskan untuk hidup mandiri. [Foto: Instagram Dita Karang]

Liputan6.com, Seoul - Kesuksesan Dita Karang menembus ketatnya persaingan sehingga berhasil debut di Korea Selatan, ternyata tak hanya berbuah pujian. Ada saja cibiran yang ditujukan kepadanya.

Salah satunya, yang menganggap bahwa keberhasilan Dita Karang debut di Secret Number, adalah karena berasal dari kalangan berada.

Yang naik darah melihat cibiran ini justru adalah Dian Sastrowardoyo, sahabat dekat keluarga Dita Karang. Geregetan, sang aktris lantas mengungkapkan hal ini dalam sesi Instagram Live, Minggu (24/5/2020) lalu.

2 dari 5 halaman

Keluarga Kaya

Dian Sastrowardoyo dan Dita Karang (Instagram/ therealdisastr)
Perbesar
Dian Sastrowardoyo dan Dita Karang (Instagram/ therealdisastr)

“Aku sempet sebel banget Dit. Ada beberapa netizen-netizen tuh komentarnya ‘Ya iyalah, Dita Karang bisa berhasil di Korea, kan keluarganya pengusaha,” kata Dian Sastrowardoyo menirukan komentar warganet tersebut. Sebelumnya, Dian menginformasikan bahwa keluarga Dita adalah pengusaha tegel di Yogyakarta.

Ia lantas menanyakan komentar Dita atas suara-suara nyinyir ini.

“Aku sih enggak pernah merasa karena aku punya duit jadi bisa ini, ini, ini…No,” tutur Dita.

3 dari 5 halaman

Dapat Beasiswa

Dita Karang
Perbesar
[Foto: Instagram Dita Karang]

Wanita bernama lengkap Anak Agung Ayu Puspa Aditya Karang tersebut menyatakan sejak awal sudah sadar bahwa jalan yang ia pilih tak gampang. Bahkan untuk pendidikannya ia berusaha untuk tak melulu bergantung kepada orangtua.

“Aku juga apply beasiswa dan akhirnya dapat juga, walaupun enggak full,” tutur Dita.

4 dari 5 halaman

Dukungan Mental

Dita Karang juga merasa bahwa dukungan paling besar yang ia dapat justru bukan materi. “Support yang paling besar yang kudapat itu adalah support mental. It’s not financial,” tuturnya.

5 dari 5 halaman

Mandiri

“Bahkan aku bilang kepada company (di Korea) that I wanna live by myself. Semuanya dari aku, aku enggak nerima apa-apa dari orangtua semenjak aku datang ke sini (Korea),” kata Dita dengan serius.

“Jadi kalau dibilang kayak aku financially dibantu itu kayaknya, it’s not right…no,” kata dia.

 

Lanjutkan Membaca ↓