Jakarta vs Everybody, Film yang Mengangkat Lika-Liku Ibukota

Oleh Aditia Saputra pada 22 Mei 2020, 15:30 WIB
Diperbarui 22 Mei 2020, 15:30 WIB
[Fimela] Jefri Nichol
Perbesar
Jefri Nichol (Daniel Kampua/Fimela.com)

Liputan6.com, Jakarta Kota Jakarta selalu punya cerita menarik untuk diangkat ke layar lebar. Sebuah film terbaru yang mengangkat kehidupan Ibukota ini bakal dirilis tahun ini berjudul Jakarta vs Everybody.  

Film Jakarta vs Everybody dibintangi oleh aktor dan aktris hebat kebanggaan Indonesia seperti Jefri Nichol, Wulan Guritno, Ganindra Bimo, Jajang C Noer, dan Dea Panendra.  

Ide film Jakarta vs Everybody ini berawal dari kesadaran bahwa setiap manusia tidak ada yang sempurna, dan proses kehidupan baik atau buruk adalah perjalanan yang harus dilalui karena perjalanan itu pasti memiliki makna yang tersirat. 

 

2 dari 4 halaman

Riset

[Fimela] Wulan Guritno
Perbesar
Preskon Indonesian Movie Actors Awards 2019 (Adrian Putra/Fimela.com)

Ide cerita film Jakarta vs Everybody  ditulis bersama antara Ertanto Robby Soediskam dan Jefri Nichol di awal 2018. Keduanya banyak melakukan riset untuk mengetahui permasalahan anak muda yang sedang dan banyak terjadi di Jakarta pada saat itu.  

Setelah tiga bulan meriset akhirnya ide mengerucut kepada kisah survive lelaki muda berusia 19 tahun yang mana dirinya harus menentukan tujuan hidupnya sekaligus meraih impiannya.  

 

3 dari 4 halaman

Cerita

Poster film Jakarta vs Everybody
Perbesar
Poster film Jakarta vs Everybody

Berawal dari seorang pemuda yang bernama Dom (Jefri Nichol) yang ingin sekali menjadi aktor, namun mendapatkan pelecehan sehingga dia harus memendam mimpinya.  

Sepasang kekasih Pinkan (Wulan Guritno) dan Radit (Ganindra Bimo) , menawarkan petualangan baru kepada Dom. Proses hidup yang harus dijalankan Dom mempertemukan dia dengan Ratih (Jajang C Noer) seorang pemilik rumah susun. 

Ratih berusaha untuk menarik Dom kembali kepada mimpi-mimpinya. Perkenalan Dom dengan Khansa (Dea Panendra) seorang gadis perias mayat membuka mata Dom untuk meninggalkan Pinkan dan Radit. Namun Radit tidak tinggal diam. 

 

4 dari 4 halaman

Kisah Realistik

Ertanto Robby Soediskam selaku sutradara selalu senang mengangkat kisah - kisah realistik.  

“Film ini juga minim dialog. Saya membayangkan dan juga memprediksi seandainya tanpa suara pun penonton akan tetap memahami apa yang sedang terjadi," kata Ertanto Robby Soediskam dalam keterangannya kepada secara tertulis, Kamis (21/5/2020).

Poster yang baru dirilis  menampilkan Jefri Nichol dan Wulan Guritno pada salah satu scene dalam film. Dengan sebuah tagline “Welcome to my city, the place where I can be me”.

 

 

 

Lanjutkan Membaca ↓