Sarah Salsabila Minta Maaf Soal Lelang Keperawanan

Oleh Zulfa Ayu Sundari pada 21 Mei 2020, 10:00 WIB
Diperbarui 21 Mei 2020, 19:22 WIB
Sarah Salsabila

Liputan6.com, Jakarta - Nama Sarah Salsabila seketika menjadi pusat perhatian setelah ia membuat video melelang keperawanan. Ia memasang tarif awal sebesar Rp 2 miliar.

Tak lama setelah membuat pernyataan kontroversial tersebut, Sarah Salsabila meminta maaf dan membuat klarifikasi. Sebenarnya, ia memiliki maksud lain dari video lelang keperawanan itu.

"Hallo temen2 maaf udh buat kegaduhan, sebenernya lelang keperawanan itu bentuk sindiran aku terhadap masyarakat yg gak peka sama situasi kayak gini," tulisnya, Kamis (21/5/2020).

Ya, tujuannya membuat video itu adalah untuk sarkasme atau candaan. Jadi, Sarah Salsabila tidak benar-benar ingin melelang keperawanannya.

2 dari 4 halaman

Penjelasan

Sarah Salsabila
[Foto: Instgaram Sarah Salsabila/ sarahkeihl]

"Ada sebagaian orang yang berstaruh hal paling penting di hidup mereka. Tapi ternyata sarkas yang aku bikin keterlaluan dan aku memohon maaf yang sebesar-besarnya," kata Sarah Salsabila.

"Aku enggak bermaksud untuk melecehkan wanita dan aku enggak bermaksud melelang keperawanan. Konten yang saya berikan di Instagram memang bentuknya sarkasme dan bercanda," sambungnya.

3 dari 4 halaman

Pelajaran

Sarah Salsabila
[Foto: Instagram Sarah Salsabila]

Selebgram yang juga berprofesi sebagai pebisnis ini berharap masyarakat dapat mengerti maksud dan tujuannya meski disampaikan dengan cara yang salah. Permasalahan ini dapat menjadi pelajaran baginya ke depan.

"Pelajaran untuk aku agar lebih berhati-hati memilih kalimat, tidak ada niat pansos, bisa diunfollow aja akun aku. Terima kasih," tuturnya lagi.

4 dari 4 halaman

Lelang untuk Donasi

Sebelumnya, Sarah Salsabila menyebut lelang ini dilakukan terkait upaya memerangi wabah Covid-19. Uang hasil lelang tersebut akan ia donasikan sepenuhnya kepada para pejuang Covid-19.

"Di sini dampak yang terkena Covid-19 udah benar-benar banyak banget. Dari tenaga medis atau masyarakat menengah ke bawah juga," tuturnya dalam video yang telah ia hapus tersebut.

Lanjutkan Membaca ↓