Soodam Secret Number Dituduh Jadi Tukang Bully, Agensi Meradang

Oleh Ratnaning Asih pada 20 Mei 2020, 16:40 WIB
Diperbarui 20 Mei 2020, 16:40 WIB
Soodan Secret Number (Instagram/ soodam._.2)

Liputan6.com, Seoul - Secret Number baru saja debut pada Selasa (19/5/2020) kemarin, tapi salah satu personelnya telah diserang dengan rumor tak sedap.

Soodam, personel Secret Number asal Korea Selatan, dituduh sebagai tukang bully.

Dilansir dari Soompi, Rabu (20/5/2020), pada tanggal debut Secret Number, sebuah unggahan di media sosial menyebut bahwa pada masa lalu Soodam memimpin aksi bullying atau perundungan.

2 dari 5 halaman

Dituduh Minum Alkohol

Soodam Secret Number (Instagram/ secretnumber.official)
Soodam Secret Number (Instagram/ secretnumber.official)

Tak hanya itu, Soodam Secret Number disebut juga sudah minum alkohol meski masih di bawah umur.

"Sejak SMP, dia minum alkohol lalu datang ke sekolah," begitu isi unggahan tersebut.

3 dari 5 halaman

Agensi Meradang

Soodan Secret Number (Instagram/ soodam._.2)
Soodan Secret Number (Instagram/ soodam._.2)

Tudingan ini rupanya membuat agensi naik darah. Tak lama setelah unggahan ini diperbincangkan, agensi Vine Entertainment yang menaungi kuintet tersebut mengeluarkan bantahan atas isu ini.

"Kami ingin mengklarifikasi bahwa komentar jahat tentang anggota Secret Number Soodam yang diunggah pada 19 Mei siang di media sosial hanyalah rumor dan sepenuhnya salah," tutur perwakilan agensi ini.

4 dari 5 halaman

Rumor Tak Berdasar

Soodan Secret Number (Instagram/ soodam._.2)
Soodan Secret Number (Instagram/ soodam._.2)

Agensi menyayangkan mengapa pendatang baru seperti Secret Number dihantam dengan isu seperti ini.

"Kami mohon grup rookie ini, yang baru mengambil langkah pertama di industri musik, untuk tidak menerima rasa sakit karena rumor yang tak berdasar," kata juru bicara agensi ini menambahkan.

 

5 dari 5 halaman

Ambil Langkah Hukum

Agensi ini juga tak ragu untuk menyeret pelaku ke pengadilan.

"Ke depannya, kami berencana mengambil langkah hukum atas semua rumor dan tindakan jahat yang merupakan percobaan untuk menyebarkan pernyataan yang keliru," begitu isi pernyataan agensi ini.

Lanjutkan Membaca ↓