Film Contagion Disebut Ramal Virus Corona, Penulis Naskahnya Dicecar Media

Oleh Wayan Diananto pada 19 Mar 2020, 12:00 WIB
Diperbarui 19 Mar 2020, 12:00 WIB
Poster film Contagion. (Foto: Dok. IMDb/ Warner Bros.)
Perbesar
Poster film Contagion. (Foto: Dok. IMDb/ Warner Bros.)

Liputan6.com, Jakarta Bersamaan dengan mewabahnya virus Corona, film Contagion ramai dibahas warganet. Bahkan dalam chart penyewaan film iTunes, Contagion sempat menduduki posisi puncak sebagai yang paling dicari. Contagion disebut meramalkan wabah virus Corona.

Film Contagion yang dirilis 2011 menceritakan virus baru tak bernama yang kemudian disebut MEV-1. Mereka yang terpapar MEV-1 memiliki gejala mirip virus Corona yakni batuk, demam tinggi, pusing, dan berakhir dengan kematian.

Makin mirip virus Corona, lantaran MEV-1 diceritakan kali pertama menjangkiti Beth (diperankan Gwyneth Paltrow), usai melakukan perjalanan bisnis ke Tiongkok. Walhasil, penulis skenario Contagion, Scott Z. Burns dicecar media.

2 dari 5 halaman

Saya Bukan Dokter

Beth Emhoff (Gwyneth Paltrow), korban pertama dari virus di film Contagion. (Foto: IMDb/ Warner Bros.)
Perbesar
Beth Emhoff (Gwyneth Paltrow), korban pertama dari virus di film Contagion. (Foto: IMDb/ Warner Bros.)

Dalam sesi wawancara dengan Vulture yang dipublikasikan pada 14 Maret 2020 silam, Scott Z. Burns, akhirnya menyampaikan klarifikasi terkait dugaan meramal wabah virus Corona.

“Secara umum memberi tahu mereka (yang selama ini bertanya) bahwa saya bukanlah dokter atau pakar kesehatan masyarakat. Saya mengenal Dr. Ian Lipkin dari Universitas Columbia dan Dr. Larry Brilliant, seorang epidemiologis dari Bay Area saat menggagas Contagion,” Scott Z. Bruns menjelaskan.

3 dari 5 halaman

Contagion Bukan Ramalan

Penulis naskah Contagion, Scott Z. Burns. (Foto: Dok. IMDb)
Perbesar
Penulis naskah Contagion, Scott Z. Burns. (Foto: Dok. IMDb)

Mendengar diskusi dan penyataan para ahli terkait kesehatan masyarakat adalah hal terbaik yang dapat kita lakukan sekarang. “Dan melakukan sejumlah hal mendasar seperti menjauhi keramaian, cuci tangan lebih sering, dan diam di rumah (jika Anda sakit),” penulis naskah The Bourne Ultimatum.

Dalam kesempatan itu ia mengklarifikasi, virus yang diceritakan dalam Contagion bukanlah virus Corona. Contagion bukanlah ramalan akan terjadinya wabah virus Corona yang kini jadi masalah kesehatan global.

4 dari 5 halaman

Virus Nipah dan Hendra

Salah satu adegan film Contagion. (Foto: IMDb/ Warner Bros.)
Perbesar
Salah satu adegan film Contagion. (Foto: IMDb/ Warner Bros.)

“Virus kami di Contagion bukanlah virus Corona. Virus MEV-1 dirancang berdasarkan dua virus yang sudah eksis sebelumnya,” ungkap penulis naskah kelahiran tahun 1962 ini.

“Pertama, virus Nipah yang memengaruhi babi. Yang lainnya, virus Hendra pada kuda. Hal lain yang tak kalah pengting, virus ini dapat menyebar lintas-keluarga. Para ilmuwan di film ini menyebut persebarannya terjadi di pasar (hewan). Dari tubuh hewan lalu menular ke manusia,” Scott Z. Burns mengulas.

5 dari 5 halaman

Virus Corona Wajah Baru MEV-1?

Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV (Public Domain/Centers for Disease Control and Prevention's Public Health Image)
Perbesar
Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV (Public Domain/Centers for Disease Control and Prevention's Public Health Image)

Sebagian penonton berspekulasi bahwa virus Corona adalah “wajah baru” dari virus MEV-1 yang mematikan satu persen penduduk dunia dalam film Contagion karya Steven Sodenbergh.

Contagion yang dirilis pada 2011 ini dibintangi Kate Winslet, Gwyneth Paltrow, dan Marion Cotillard. Film berdurasi 1 jam dan 46 menit ini disebut sebagai film terpenting tahun 2020. 

Lanjutkan Membaca ↓