Panggung LIDA 2020 Jadi Ajang Pembuktian Guru Seni Asal Lampung

Oleh Ruly Riantrisnanto pada 06 Feb 2020, 19:40 WIB
Diperbarui 06 Feb 2020, 19:40 WIB
Soca Peserta LIDA 2020
Perbesar
Soca (Lampung) buktikan kemampuannya memainkan alat musik tradisional Gamolan Pekhing. (Indosiar)

Liputan6.com, Jakarta - Panggung LIDA 2020 bukan sekadar ajang pembuktian kemampuan bernyanyi para peserta dari berbagai latar belakang. Di sini juga terdapat etalase keragaman budaya yang bersatu lewat seni.

Pada Rabu, 5 Februari 2020 kemarin, LIDA 2020 sudah mencapai Konser Top 70 Grup 7 Tim Merah. Konser ini dibuka oleh penampilan Soca (Lampung) yang merupakan guru seni di salah satu Sekolah Menengah Atas.

Berkat ilmu kesenian pada dirinya, Soca membuktikan dirinya piawai dalam olah vokal. Lagu “Air Bunga” yang dinyanyikannya membuat seluruh dewan juri memberikan standing ovation atas penampilannya.

Tak sampai di situ, keempat dewan juri LIDA 2020 yang hadir, makin terkesima menyaksikan Soca piawai dalam memainkan alat musik tradisional Lampung, Gamolan Pekhing.

2 dari 5 halaman

Nasib Usman dan Fani

Usman Peserta LIDA 2020
Perbesar
Keberuntungan Usman (Gorontalo) diselamatkan oleh dewan juri di panggung LIDA 2020. (Indosiar)

Peserta kedua yang tampil di Konser Top 70 Grup 7 Tim Merah adalah Usman (Gorontalo). Ia menyanyikan lagu “Pagar Makan Tanaman” yang berhasil mencuri perhatian para dewan juri dan pemirsa Indosiar.

Sementara itu “Jeritan Hati” dari Fani (Kalimantan Timur) terpaksa dihujani kritik oleh para dewan juri.

“Kamu menyanyi harus dengan hati juga jangan hanya mengandalkan tekhnik suara saja. Rasa terluka dan tersiksa itu seharusnya bisa seolah benar-benar dirasakan,” Dewi Perssik menyampaikan.

3 dari 5 halaman

Kedatangan Peserta yang Mundur

Top 70 Grup 7 Tim Merah LIDA 2020
Perbesar
Lima duta provinsi dari Top 70 Grup 7 Tim Merah yang memperebutkan posisi menuju babak Top 56 LIDA 2020. (Indosiar)

Tampil selanjutnya adalah Duta Provinsi Bengkulu yang membawa cerita menarik. Peserta yang semula lolos audisi untuk mewakili Provinsi Bengkulu adalah Elisa. Namun pada Konser Bhineka Tunggal Ika LIDA 2020, Elisa mengundurkan diri dan digantikan oleh Nadia.

Elisa pun hadir secara langsung di Studio EMTEK City untuk mendukung Nadia yang berjuang dengan lagu “Setangkai Bunga Padi”. Sayangnya, penampilan Nadia semalam tidak cukup memuaskan para dewan juri, termasuk juga Inul Daratista.

“Kamu sudah memiliki karakter dangdut yang bagus. Hanya saja dari tadi masih banyak ada yang tidak pada not-nya. Lalu ekspresi dan penjiwaan untuk lagunya masih sangat kurang,” Inul Daratista menyampaikan.

4 dari 5 halaman

Belum Dapat Memikat Perhatian

Hampir sama seperti Nadia (Bengkulu), Shinta (Jawa Tengah) juga masih belum bisa memikat perhatian pada dewan juri.

Fani (Kalimantan Timur), Nadia (Bengkulu), dan Usman (Gorontalo) merupakan tiga peserta yang mendapatkan polling terendah di LIDA 2020. Setelah melalui berbagai pertimbangan, dewan juri memilih untuk menyelamatkan Usman (Gorontalo).

Alhasil dengan perolehan suara lebih rendah dibandingkan Fani, Nadia (Bengkulu) harus rela pulang dan menghentikan perjuangannya dalam merebut piala bergilir LIDA 2020 untuk Provinsi Bengkulu.

5 dari 5 halaman

Masih Berlanjut

Kompetisi masih terus berlanjut di babak Top 70 LIDA 2020. Malam nanti Konser Top 70 Grup 7 Tim Putih akan menampilkan Adilla (Kalimantan Selatan), Boham (Sulawesi Utara), Defri (Riau), Meli (Jawa Barat), dan Mutia (Maluku).

Hanya tersisa empat tiket untuk melaju ke babak Top 56 LIDA 2020. Saksikan Konser Top 70 LIDA 2020 Grup 7 Tim Merah pada malam nanti pukul 20.00 WIB hanya di Indosiar!

Lanjutkan Membaca ↓