6 Lagu Legendaris Ini Gagal Menang Piala Oscar, Sayang Sekali…

Oleh Wayan Diananto pada 30 Jan 2020, 15:00 WIB
Diperbarui 30 Jan 2020, 15:00 WIB
Academy Awards atau Oscar.
Perbesar
Academy Awards atau Oscar. (Photo by Chris Pizzello/Invision/AP)

Liputan6.com, Jakarta Jelang Oscars 2020, Showbiz Liputan6.com mengajak Anda mengilas balik sejumlah fenomena menarik. Salah satu yang menarik di Oscars 2020, musisi Diane Warren meraih nominasi ke-11 di kategori Lagu Asli Tema Film Terbaik (Best Original Song) lewat “I’m Standing with You,” soundtrack Breakthrough.

Kategori Best Original Song kali pertama dibuat Oscars pada 1934. Pemenangnya, “The Continental” soundtrack film The Gay Divorcee. Seiring waktu, Oscars rajin mengurasi banyak soundtrack film keren. Tak jarang, lagu-lagu legendaris dinominasikan namun kalah oleh soundtrack yang kurang familier di kuping kita.

Sebelum menengok para pemenang Oscars 2020 pada 9 Februari mendatang, mari simak dulu 6 lagu legendaris yang gagal membawa pulang Piala Oscar. Sedih banget, sih.

2 dari 7 halaman

1. Endless Love (Lionel Richie dan Diana Ross, 1981)

Lionel Richie. (Foto: Instagram @lionelrichie)
Perbesar
Lionel Richie. (Foto: Instagram @lionelrichie)

Ini salah satu contoh tembang abadi. Hampir 40 tahun berlalu setelah lagu ini menghiasi film berjudul sama, karya maestro Lionel Richie tetap dikenang. Bahkan, kerap dinyanyikan di ruang karoke. “Endless Love” dinyanyikan Lionel bersama Diana Ross. Tembang ini meledak di pasar, bercokol di puncak Billboard Hot 100 selama 9 pekan.

Pada 1981, “Endless Love” menjadi nomine Oscars. Ia diadu dengan empat tembang lainnya. Sayang, impian Lionel meraih Piala Oscar digagalkan oleh nomor “Best You Can Do” dari film Arthur.

3 dari 7 halaman

2. Against All Odds (Phil Collins, 1984)

Phil Collins. (Foto: Instagram @officialphilcollins)
Perbesar
Phil Collins. (Foto: Instagram @officialphilcollins)

“Against All Odds,” soundtrack film berjudul sama adalah hit besar Phil Collins. Saking fenomenanya, lagu ini dikover oleh sejumlah penyanyi. Yang paling cetar, tentu versi Mariah Carey pada 1999 dan banjir pujian.

Seabadi itu, tembang ini. Namun Oscars punya pilihan lain. “Against All Odds” dikalahkan mahakarya Stevie Wonder, “I Just Called to Say I Love You” dari film The Woman In Red. Tenang, 15 tahun kemudian Phil Collins menggenggam Oscar lewat tembang legendaris lainnya, “You’ll Be In My Heart.”

4 dari 7 halaman

3. Everything I Do, I Do It For You (Bryan Adams, 1991)

Bryan Adams. (Foto: Instagram @bryanadams)
Perbesar
Bryan Adams. (Foto: Instagram @bryanadams)

Yang paling dikenang dari film Robin Hood: Prince of Thieves, soundtrack-nya, “Everything I Do, I Do It For You.” Lagu ini dibikin keroyokan oleh Michael Kamen, Robert John Lange, dan Bryan Adams. Soundtrack ini merajai tangga lagu Inggris selama 16 minggu, terlama sepanjang sejarah. Belum ada yang mampu mengalahkan.

Ia juga diganjar Lagu Tema Film, Televisi, atau Media Visual Terbaik oleh Grammy Awards. Pencapaian ini tak membuat komite Academy Awards terpukau. Mereka memilih “Beauty And The Beast.” Duh!

5 dari 7 halaman

4. I Have Nothing (Whitney Houston, 1992)

Whitney Houston. (Foto: Instagram @whitneyhouston)
Perbesar
Whitney Houston. (Foto: Instagram @whitneyhouston)

Tak ada yang lebih menyakitkan dari malam puncak Oscars 1993. Tembang paling melodius milik sang diva Whitney Houston, “I Have Nothing,” dikalahkan “A Whole New World” dari film Aladdin. Asal Anda tahu, album soundtrack The Bodyguard terjual 45 juta kopi lebih di seluruh dunia. Ia menjadi album soundtrack terlaris sepanjang sejarah.

Reputasi sebesar ini tak membuat Oscars jatuh hati. Bertahun-tahun kemudian, “I Have Nothing” jadi lagu yang paling sering dipilih peserta American Idol untuk membuktikan kapasitas vokal mereka di depan juri. 

6 dari 7 halaman

5. I Don't Wanna Miss A Thing (Aerosmith, 1998)

Aerosmith. (Foto: Instagram @aerosmith)
Perbesar
Aerosmith. (Foto: Instagram @aerosmith)

Aerosmith hanya sekali memuncaki tangga lagu Billboard Hot 100. Ironisnya, lewat lagu yang bukan karya mereka, “I Don’t Wanna Miss A Thing,” soundtrack film Armageddon. Karya Diane Warren ini bertahan selama 4 minggu di Billboard Hot 100. Sayang, Aerosmith dan Diane Warren dibiarkan pulang dengan tangan kosong oleh Oscars.

Academy Awards malam itu melirik “When You Believe” karya Stephen Schwartz dari film The Prince of Egypt. Ya, sih, lagu itu meledak karena menyandingkan dua diva, Mariah Carey dan Whitney Houston.

7 dari 7 halaman

6. Can't Stop the Feeling! (Justin Timberlake, 2016)

Justin Timberlake. (Foto: Instagram @justintimberlake)
Perbesar
Justin Timberlake. (Foto: Instagram @justintimberlake)

Sebutkan soundtrack nomine Oscars yang videoklip resminya ditonton lebih dari semiliar kali di YouTube! Tak ada kecuali, “Can’t Stop The Feeling!” soundtrack film Trolls karya Justin Timberlake, Max Martin, dan Shellback.

Dinobatkan Grammys sebagai Lagu Tema Terbaik untuk Visual Media, “Can’t Stop The Feeling!” dikalahkan “City of Stars,” (Lala Land) di malam puncak Oscars. Ya, Lala Land peraih 13 nominasi Oscars namun gagal jadi Film Terbaik. “Can’t Stop The Feeling!” sendiri memuncaki Billboard Hot 100 dan menjadi lagu terlaris 2016. Hiks.

Lanjutkan Membaca ↓