Kaleidoskop 2019: 6 Kejadian Paling Mengguncang di Jagat K-Pop

Oleh Ratnaning Asih pada 30 Des 2019, 12:00 WIB
Diperbarui 30 Des 2019, 12:00 WIB
Mengenang Perjalanan Cinta Song Song Couple
Perbesar
Hampir setiap bulan muncul insiden dan skandal yang menggegerkan publik. Enam peristiwa paling mengguncang, dirangkum dalam Kaleidoskop 2019. (Liputan6.com/IG/_songhyekyo1122_)

Liputan6.com, Jakarta Kaleidoskop 2019 yang berkaitan dengan K-Pop menunjukkan masa kelabu bagi industri hiburan dari Negeri Ginseng ini. Hampir setiap bulan muncul insiden dan skandal yang menggegerkan publik.

Di awal tahun misalnya, muncul skandal Burning Sun yang menyeret nama besar di jagat K-Pop. Lalu di sepanjang tahun muncul pemberitaan mengenai kasus hukum yang menjerat artis top Korea Selatan, mulai dari narkoba, perjudian, hingga kejahatan seksual.

Belum lagi sejumlah belasan grup idol K-Pop yang ditinggal oleh sejumlah anggotanya karena berbagai alasan. Bahkan akhir tahun ditutup dengan berita duka dari dua bintang muda. 

Dari seluruh peristiwa yang terjadi pada tahun ini, Liputan6.com merangkum enam peristiwa paling mengguncang dalam Kaleidoskop 2019. Sebagian di antaranya, memiliki dampak yang luas dalam industri K-Pop.

Simak Kaleideoskop 2019 edisi K-Pop selengkapnya, berikut ini:

2 dari 7 halaman

1. Perceraian Song Song Couple

Song Song Couple
Perbesar
Song Joong Ki dan Song Hye Kyo. Liputan6.com/IG/songjoongkionly)

Sejak muncul bersama dalam drama Descendants of the Sun hingga akhirnya menikah, Song Hye Kyo dan Song Joong Ki kerap dinilai sebagai pasangan ideal di jagat K-Pop.

Namun anggapan ini buyar pada pagi hari, 27 Juni 2019. Kala itu pengacara Song Joong Ki mengungkap kliennya telah mengajukan gugatan cerai terhadap Song Hye Kyo.

Tidak terungkap penyebab pasti keruntuhan rumah tangga yang hanya berjalan setahun delapan bulan ini. Yang jelas proses perceraian mereka berlangsung singkat, hanya satu bulan.

3 dari 7 halaman

2. Skandal Kamera Tersembunyi

Jung Joon Young
Perbesar
Jung Joon Young. (AP Photo/Lee Jin-man)

Skandal Burning Sun yang bergolak sejak akhir tahun 2018, tiba-tiba kembali menghangat setelah muncul salinan percakapan chatroom antara Seungri dan rekan-rekannya.

Fokus publik mengarah kepada sejumlah artis, dua di antaranya adalah Jung Joon Young dan Choi Jong Hoon eks FT Island. Pasalnya, keduanya menyebarkan rekaman ilegal saat melakukan hubungan seksual. Keduanya bersama enam orang lain, menjalani proses hukum selama 2019.

Akhir November, Jung Joon Young dan Choi Jong Hoon dinyatakan bersalah atas dakwaan perkosaan dan mengambil gambar secara ilegal serta menyebarkannya. Jung Joon Young divonis enam tahun penjara, sementara itu Choi Jong Hoon diganjar lima tahun penjara. Awal Desember, keduanya kompak mengajukan banding atas vonis ini.

4 dari 7 halaman

3. Yang Hyun Suk dan Seungri

Seungri dan Yang Hyun Suk (Instagram/ seungriseyo - https://www.instagram.com/p/Bans0yTAV-y/)
Perbesar
Seungri dan Yang Hyun Suk (Instagram/ seungriseyo - https://www.instagram.com/p/Bans0yTAV-y/)

Dua nama besar dari YG Entertainment, mundur dari agensi raksasa ini pada 2019. Pertama adalah Seungri pada Maret 2019, diikuti Yang Hyun Suk tiga bulan kemudian.

Keduanya mundur dari YG Entertainment setelah terjerat beragam skandal yang terbilang serius. Seungri yang juga mundur dari Bigbang, dikaitkan dengan dugaan prostitusi, judi ilegal, dan skandal Burning Sun.

Sementara Yang Hyun Suk mundur dari perusahaan yang ia dirikan ini, karena terbelit skandal yang serupa dengan Seungri hingga dugaan penggelapan pajak. Skandal terakhir yang akhirnya membuat dia mundur, adalah tuduhan bahwa ia melakukan kongkalikong dengan polisi dalam kasus dugaan narkoba B.I eks iKON pada 2016.

5 dari 7 halaman

4. Manipulasi Produce 101

Produce X 101 (Soompi)
Perbesar
Produce X 101 (Soompi)

Selama empat tahun berturut-turut, waralaba Produce 101 menjadi ajang survival show paling populer di Korea Selatan. Empat grup papan atas lahir dari ajang ini, mulai dari IOI, Wanna One, IZ*One, hingga X1.

Namun dalam musim keempat, muncul dugaan manipulasi yang dilakukan penyelenggara acara ini, karena kejanggalan suara di babak final Produce X 101. Kemarahan publik tak terbendung, bahkan politisi Korsel pun ikut buka suara atas masalah ini.

Proses hukum akhirnya berjalan. Dalam penyelidikan, akhirnya produser acara ini mengakui adanya manipulasi suara di seluruh musim acara ini. X1 dan IZ*ONE, bahkan tidak lagi aktif sejak kasus ini berjalan.

6 dari 7 halaman

5. Kematian Sulli

Sulli f(x)
Perbesar
Sulli eks f(x) (Dok.Instagram/@jelly_jilli/https://www.instagram.com/p/BfiXOSpgD4y/Komarudin)

Sepanjang hidupnya, Sulli dikenal dengan gaya hidupnya yang bebas. Tak jarang ia menerima kritik dan komentar jahat atas pilihan hidupnya ini, tapi di hadapan publik, ia selalu menanggapinya dengan santai.

Karena itulah publik terkaget-kaget mendengar kabar bahwa Sulli mengakhiri hidupnya sendiri di usia 25 tahun pada 14 Oktober 2019.

Kematian Sulli menggerakkan warga Korsel untuk lebih aktif melawan komentar jahat yang beredar di internet. Muncul wacana untuk menonaktifkan kolom tanggapan dalam pemberitaan, juga aturan pembatasan anonimitas dalam menulis komentar.

7 dari 7 halaman

6. Kematian Goo Hara

Goo Hara (Chung Sung-Jun/Pool Photo via AP)
Perbesar
Goo Hara (Chung Sung-Jun/Pool Photo via AP)

Sekitar sebulan setelah kematian Sulli, dunia hiburan Korsel kembali dihantam berita duka. Sahabat Sulli semasa hidup, Goo Hara, meninggal dunia pada 24 November 2019.

Tidak ada pernyataan resmi mengenai penyebab kematian Goo Hara yang meninggal di usia 28 tahun ini. Namun ditemukan catatan tangan Goo Hara yang bernada pesimistis di lokasi penemuan jenazahnya. Selain itu, mantan anggota KARA ini juga pernah melakukan percobaan bunuh diri pada Mei 2019, tapi berhasil digagalkan.

Dalam setahun terakhir hidupnya, Goo Hara diterpa sejumlah masalah. Yang paling pelik, adalah kasus hukumnya dengan sang mantan kekasih. Pria tersebut sempat mengancam akan menyebarkan video mereka berdua saat melakukan hubungan seksual.

Setelah kematian Goo Hara, sebuah petisi yang ditandatangani lebih dari 200 ribu orang dikirim ke Blue House. Isinya, adalah tuntutan agar diberlakukan hukuman yang lebih berat bagi pelaku perekaman aktivitas seksual tanpa izin maupun orang yang menyebarkannya.

Lanjutkan Membaca ↓