Tak Pernah Mau Menyelam, Andhika Pratama Ternyata Takut Laut

Oleh Liputan6.com pada 20 Okt 2019, 08:00 WIB
Diperbarui 20 Okt 2019, 08:00 WIB
[FIMELA] Andhika Pratama

Liputan6.com, Jakarta - Diajak teman liburan ke Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur dan Raja Ampat di Papua, Andhika Pratama tergoda. Namun, suami Ussy Sulistiawaty itu bingung terkait agenda selama di Labuan Bajo dan Raja Ampat. Kedua daerah itu dikenal lewat panorama bawah laut yang elok.

Bahkan, Raja Ampat disebut memiliki terumbu karang terindah di dunia. Andhika Pratama mengaku tak bisa menyelam dan snorkeling.

Saat ditawari kursus menyelam pun, mantan presenter Inbox SCTV menolak. Kepada Showbiz Liputan6.com, Andhika Pratama mengaku takut laut.

“Saya tanya aktivitas di Raja Ampat apa saja. Teman-teman bilang menyelam dan snorkeling. Saya bilang ada aktivitas lain enggak? Kalau enggak, khawatirnya bosan di sana. Saya enggak tertarik ikut kursus menyelam, takut tenggelam. Kayaknya tenggelam itu menyakitkan,” beri tahu Andhika Pratama ketika menghadiri peluncuran kampanye #BisaAja bersama RedDoorz di Jakarta, Kamis (17/10/2019).

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 5 halaman

Takut Tenggelam

[Bintang] Andhika Pratama
(Adrian Putra/Bintang.com)

Ia membantah punya trauma masa kecil di pantai atau laut. Andhika Pratama mempersamakan ketakutannya dengan efek menonton film horor.

“Seperti kita nonton film horor, akhirnya jadi penakut. Kita tersugesti kalau malam, di rumah yang punya lorong biasanya ada penampakan. Saya pun begitu. Berada di tengah laut lalu kenapa-napa, tenggelam enggak ada yang menolong bagaimana?” Andhika Pratama menyambung.

3 dari 5 halaman

Ditawari Naik Kapal Pesiar

[Bintang] Andhika Pratama
Andhika Pratama. (Adrian Putra/bintang.com)

Pernah, ia ditawari pelesir dengan kapal pesiar mewah. Bintang film Claudia/Jasmine dan Punk In Love ini tak serta merta bersedia. Ia mengecek rute dan kondisi perairan yang akan dilintasi. Begitu rute laut tenang, barulah Andhika Pratama bersedia naik.

Beberapa minggu kemudian Andhika Pratama ditawari naik kapal pesiar yang sama dengan rute Hong Kong ke Jepang.

4 dari 5 halaman

Dilintasi Badai

“Deg, saya berpikir bukannya perairan Jepang sering dilintasi badai, ya? Petugas meyakinkan, kapal ini dilengkapi sensor yang bisa menjangkau kondisi (perairan) 100 kilometer di depan,” cerita Andhika Pratama.

 

5 dari 5 halaman

Titanic

Baru tenang beberapa detik, ia rewel lagi. “Kemudian saya teringat dulu Titanic juga diklaim punya teknologi paling canggih. Akhirnya apes juga. Kalau ke Jepang naik kapal kayaknya enggak deh,” pungkasnya. (Wayan Diananto)

Lanjutkan Membaca ↓