Usai Kepergian Sang Istri, Ifan Seventeen Sempat Tidur di Luar Rumah

Oleh Liputan6.com pada 18 Okt 2019, 10:10 WIB
Diperbarui 18 Okt 2019, 10:10 WIB
Ifan Seventeen dan Dylan Sahara

Liputan6.com, Jakarta Peristiwa tsunami yang melanda kawasan Banten pada 22 Desember 2018 lalu, menyisakan duka mendalam bagi Ifan Seventeen. Pasalnya, bencana tersebut merenggut nyawa rekan satu band Ifan Seventeen dan sang istri tercinta, Dylan Sahara. 

Meski telah sepuluh bulan berlalu, Ifan Seventeen nampaknya masih menyimpan kesedihan pasca ditinggal orang-orang terdekatnya. Terlebih, ia menjadi satu-satunya personel Seventeen yang selamat dalam kejadian tersebut.

Ketika ditemui dalam acara perilisan lagu 'Masih Harus Di Sini', Ifan Seventeen mengungkapkan kerinduannya pada sang istri. Sikap manja dari Dylan Sahara menjadi suatu hal yang tak mudah untuk dilupakan oleh Ifan.

"Mungkin karena (Dylan) 9 tahun dan 9 bulan di bawahku, dia sosok yang manja banget. Jadi dia selalu mencari aku ke mana saja. Sampai akhirnya (Dylan) enggak ada, baru aku merasa (kehilangan)," ujar Ifan Seventeen, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019).

 

2 dari 5 halaman

Takut

Ifan Seventeen
Ifan Seventeen (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Bahkan, pelantun "Jaga Selalu Hatimu" ini mengaku sempat takut untuk naik ke lantai dua rumahnya. Ifan tidak memiliki keberanian untuk tidur di dalam kamar yang biasa ia tempati bersama Dylan Sahara. 

"Jadi sebelumnya aku di rumah terus, tapi enggak berani naik ke lantai dua. Karena di lantai dua itu kamar aku sama Dylan. Jadi aku tetap di lantai satu. Aku pun waktu itu tidur di mobil di depan rumah," ungkap Ifan Seventeen.

 

3 dari 5 halaman

Tempat

Ifan Seventeen
Ifan Seventeen merilis single solo perdananya 'Masih Harus Di Sini'

Selang beberapa bulan kemudian, Ifan Seventeen akhirnya memberanikan diri untuk pergi keluar rumah. Ia memutuskan untuk menyambangi sebuah tempat yang biasa ia kunjungi bersama sang istri.

"Jadi di Kuningan ada sebuah cafe, ada satu makanan yang Dylan suka banget. Kalau lagi bosan, kita hampir setiap malam ke situ buat makan. Jadi pertama kali keluar (rumah), aku ke cafe itu. (Aku) pesan makanannya terus aku taruh (di meja). Biar seolah-olah (Dylan) ada," curhatnya.

 

4 dari 5 halaman

Kekuatan

Ifan Seventeen
Ifan Seventeen merilis single solo perdananya 'Masih Harus Di Sini'

Bagi Ifan Seventeen, tindakan tersebut menjadi sumber kekuatan untuknya. Pria 36 tahun ini merasa senang bisa membayangkan seolah-olah sang istri masih berada di sisinya. 

"Bukan bermaksud buat sedih-sedih. Cuma menyenangkan saja bisa membayangkan kalau Dylan masih ada. Bukan berarti belum move on atau belum ikhlas, tapi mengobati rasa rindu," tutur Ifan Seventeen.

 

5 dari 5 halaman

Single

Ifan Seventeen
Ifan Seventeen bersama David NOAH merilis single solo perdananya 'Masih Harus Di Sini'

Namun meski begitu, Ifan Seventeen tetap bisa menyapa para pecinta musik Tanah Air dengan single solo perdananya berjudul "Masih Harus Di Sini". 

Lagu "Masih Harus Di Sini" bercerita tentang seseorang yang merasa sangat kehilangan atas kepergian orang yang dicintainya. Namun, kondisi tersebut tak mematahkan semangatnya untuk terus menjalani kehidupan. 

Yang menarik, David NOAH ternyata menjadi sosok dibalik terciptanya lagu "Masih Harus Di Sini". David NOAH merasa empati dengan kejadian nahas yang menimpa sahabatnya tersebut. Oleh karena itu, David NOAH secara spontan membuat lagu ini sebagai motivasi bagi Ifan Seventeen.

"David adalah salah satu sahabat yang setelah kejadian (tsunami), kasih support banget. Sebenarnya H+1 (kejadian tsunami Banten), dia ciptain lagu ini untuk aku. Setelah enam bulan, aku baru dapat kabar kalau David buatkan aku lagu. Jadi dia menjaga sampai aku siap," ujar Ifan Seventeen. 

(Affiyah Tri Yuni Sari/Mgg)

Lanjutkan Membaca ↓