Anggap Dakwaan JPU Kabur, Pengacara Minta Kriss Hatta Dibebaskan

Oleh Zulfa Ayu Sundari pada 15 Okt 2019, 11:20 WIB
Diperbarui 15 Okt 2019, 11:20 WIB
Kriss Hatta
Perbesar
Kriss Hatta [foto: instagram.com/krisshatta07]

Liputan6.com, Jakarta - Kriss Hatta mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), terhadap kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan dirinya.

Dalam eksepsi tersebut, pengacara Kriss Hatta, Denny Lubis, menyatakan bahwa dakwaan JPU tidak memenuhi syarat formil mengenai penanggalan peristiwa tindak pidana. 

"Di mana pada dakwaan tersebut jaksa mengatakan bahwa tanggal 7 April 2019 adalah ada peristiwa hukum yang terjadi terkait perkara Kriss. Padahal faktanya polisi mengusut pada 6 April 2019," kata Denny Lubis usai sidang di PN Jakarta Selatan, Senin (14/10/2019).

Dalam dakwaan, JPU juga tidak menyebut identitas pelaku yang menyebabkan peristiwa penganiayaan antara Kriss Hatta dan Antony Hillenaar terjadi. Hal ini membuat pihak Kriss Hatta menilai bahwa dakwaan JPU kabur.

"Hanya disebutkan sebagai 'Teman Anthony' artinya teman itu siapa? Dan dua halaman yang dikemukakan JPU dalam dakwaan tidak menjelaskan nama, kedudukan hukumnya, maupun identitas lain dari temannya itu," tegas Denny Lubis. 

"Sehingga jelas ini adalah dakwaan yang kabur karena tidak bisa menjelaskan siapa yang melakukan perbuatan itu," ia menyambung pernyataan.  

 

2 dari 3 halaman

Perdamaian

Kriss Hatta Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Penganiyaan
Perbesar
Pemain sinetron Kriss Hatta bersiap menjalani sidang perdana kasus dugaan penganiayaan di PN Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019). Kriss Hatta diduga melakukan penganiayaan terhadap pemain FTV bernama Anthony Hillenaar. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Point ketiga, JPU juga tak menyebut soal perdamaian yang telah dilakukan Kriss Hatta dan Antony Hillenaar. Padahal, perdamaian itu dapat meringankan status Kriss sebagai terdakwa.

"Itu menurut kami juga diketahui oleh penyidik Polda Metro. Karena adanya pencabutan laporan dan itu disayangkan tidak ada dalam dakwaan yang kemarin dibacakan. Nah itu salah satu eksepsi kita tadi," tambah tim pengacara Kriss Hatta, Suratman.

Atas dasar itu, pengacara Kriss Hatta meminta agar JPU mengabulkan eksepsi atas surat dakwaan. Sang kuasa hukum juga mengajukan permohonan lainnya.

"Memerintahkan Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini untuk membebaskan terdakwa, Krisdian Topo Khuhatta alias Kris Hatta Alias Kriss. Menyatakan memulihkan nama baik terdakwa Krisdian Topo Khuhatta," begitu akhir dari nota keberatannya.

3 dari 3 halaman

Ancaman 5 Tahun Penjara

Kriss Hatta Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Penganiyaan
Perbesar
Pemain sinetron Kriss Hatta bersiap menjalani sidang perdana kasus dugaan penganiayaan di PN Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019). Kriss Hatta mengaku tidak menyesal meski sudah memberikan uang damai cukup besar kepada Anthony Hilenaar. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Diketahui, persidangan ini merupakan imbas dari laporan temannya, Antony Hillenaar. Pada April lalu, Kriss Hatta diduga menganiaya Antony karena membela kekasihnya.

Dalam sidang perdana, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Kriss Hatta dengan Pasal 351 ayat 1 KUHP. Ancaman hukumannya adalah 5 tahun penjara.

Lanjutkan Membaca ↓