Sakit Stroke, Rudi Soedjarwo Konsumsi Obat Seumur Hidup

Oleh Liputan6.com pada 09 Sep 2019, 09:00 WIB
Rudi Soedjarwo

Liputan6.com, Jakarta - Lama tak terdengar kabarnya, sutradara film Ada Apa Dengan Cinta? Rudi Soedjarwo rupanya terkena stroke dan kini terus menjalani pemulihan. Rudi Soedjarwo bercerita, 8 jam usai serangan stroke pertama, ia dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Jakarta.

“Di sana, saya dirawat selama 6 hari lalu diizinkan pulang. Alhamdulillah diberi kesempatan kedua oleh Allah,” beri tahu Rudi Soedjarwo saat dihubungi Showbiz Liputan6.com, akhir pekan ini. Setelah itu, ia wajib menjalani medical check up secara berkala.

Medical check up dilakukan di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta dengan alasan lebih dekat dari rumah. Rudi Soedjarwo berusaha menerima keadaan ini. Apalagi, setelah pulang dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, dia diwajibkan minum banyak obat.

“Beberapa di antaranya wajib dikonsumsi seumur hidup. Habis pulang dari Pusat Otak Nasional itu, saya wajib minum 15 jenis obat. Sekarang tinggal minum 2 jenis obat untuk menangkal tekanan darah tinggi dan gula,” ujar Rudi Soedjarwo.

Dua jenis obat itu dikonsumsi Rudi Soedjarwo secara rutin. “Selain itu, dua kali seminggu saya wajib mengomsumsi obat pengencer darah dan kolesterol,” sambungnya. 

2 of 2

Pantangan

[Bintang] Rudi Soedjarwo
Rudi Soedjarwo (Galih W. Satria/bintang.com)

Diakui Rudi Soedjarwo, stroke merupakan pukulan berat dalam hidupnya. Meski demikian, ia tak mau berpikiran negatif. “Ngapain berpikir negatif. Hal-hal negatif membuat hati serta pikiran jadi negatif dan itu penyakit. Saya sudah sakit dan tidak mau sakit lagi. Saya bisa sembuh sudah sangat bersyukur,” bebernya.

Hampir setahun berlalu, Rudi Soedjarwo bersyukur stroke belum datang lagi dan semoga tidak akan datang lagi. Terkait makanan, Rudi Soedjarwo mengaku tak ada yang harus dipantang. Kuncinya, jangan makan berlebih.

“Saya tetap mengonsumsi ikan salmon yang kaya omega 3. Katanya baik buat kesehatan otak dan jantung. Saya tidak makan udang. Kopi juga tidak bisa banyak. Kuncinya bijaksana memilih dan menentukan porsi makanan,” Rudi mengakhiri perbincangan.

(Wayan Diananto)

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait