Disebut Mesin Uang, Ini 5 Fakta Spider-Man yang Jadi Rebutan Sony dan Disney

Oleh Liputan6.com pada 21 Agu 2019, 21:00 WIB
Diperbarui 23 Agu 2019, 20:13 WIB
Spider-Man: Homecoming

Liputan6.com, Jakarta - Pekan ini menjadi minggu perkabungan bagi penggemar Spider-Man. Pasalnya, Spider-Man tersingkir dari Marvel Cinematic Universe. Seperti diketahui, Marvel Studios dan Disney selama ini memproduksi film-film pahlawan super berbasis komik Marvel kecuali Spider-Man.

Mengingat, Spider-Man lebih dulu dipegang haknya oleh Sony Pictures. Presiden Marvel Studios, Kevin Feige, menjembatani Spider-Man masuk ke Marvel Cinematic Universe di bawah payung Disney.

Setelah Kevin Feige undur diri, Disney mengajukan sistem kerja sama baru terkait produksi film Spider-Man, termasuk pembagian keuntungannya. Sony Pictures merespons negatif dengan mengajukan alternatif kerja sama lain yang kemudian ditolak Disney.

Dari sini masalah berasal. Disney maupun Sony sadar, Spider-Man salah satu waralaba paling menggiurkan sejagat. Showbiz Liputan6.com mengumpulkan sejumlah fakta dan data soal pendapatan Spider-Man dari era Tobey Maguire hingga Tom Holland.

 

2 of 6

Tembus 1 Miliar Dolar AS

Trailer Spider-Man: Far From Home terbaru
Film ke 23 Marvel ini memperkenalkan kostum baru Stealth Spidey

Marvel Cinematic Universe fase ketiga ditutup dengan Spider-Man Far From Home. Film yang mempertemukan Spider-Man dan Nick Fury ini, mengantar sang manusia laba-laba ke puncak laba teratas.

Spider-Man Far From Home mengumpulkan laba kotor 1,099 miliar dolar AS atau sekitar 15,4 triliun rupiah. Film ini lantas bergabung dengan klub 1 miliar dolar yang tahun ini secara eksklusif dihuni produk-produk Disney yakni Avengers Endgame, Aladdin, Captain Marvel, Toy Story 4, dan The Lion King.

3 of 6

Menyempurnakan Spider-Man 3

Aktor dan Sutradara Spider-Man Versi Baru Resmi Diumumkan
Spider-Man. (Sony Pictures)

Pencapaian 1,099 miliar dolar AS yang diraih Spider-Man Far From Home memperbaiki prestasi leluhurnya, Spider-Man 3 (2007) karya Sam Raimi.

Film yang dibintangi Tobey Maguire dan Kristen Dunts ini mengantongi laba kotor 890 juta dolar AS (12,4 triliun rupiah lebih).

Rekor ini bertahan selama 12 tahun. Film Spider-Man sesudahnya yang dibintangi Andrew Garfield dan Emma Stone tidak jeblok, namun “hanya” sampai di level 700 juta dolar AS.

4 of 6

Sepak Terjang Venom

Venom
Venom di film perdana. (Sony Pictures)

Venom kali pertama muncul sebagai musuh besar Spider-Man di Spider-Man 3 (2007). Sony Pictures mencium aroma triliun di tubuh Venom. Karakter ini lantas dibuatkan film sendiri.

Proyek Venom dirilis pada 2018 dengan Tom Hardy sebagai pemeran utama. Benar saja, Venom yang digarap dengan bujet serius, lebih dari 100 juta dolar AS (1,4 triliun rupiah), meraup laba kotor 856 juta dolar AS atau 12 triliun rupiah. Tak heran jika DC Comics bikin film biografi Joker, musuh besar Batman.

5 of 6

Spider-Man Paling Amsyong

Spider-Man: Into the Spider-Verse
Spider-Man: Into the Spider-Verse. (Sony Pictures Animation/Marvel Entertainment)

Sejauh ini, rekor pendapatan Spider-Man terendah dipegang film Spider-Man into Spider-verse. Dengan biaya produksi 90 juta dolar AS, film ini membukukan pendapatan kotor “hanya” 375,5 juta dolar AS atau 5,25 triliun rupiah.

Meski paling amsyong jika dibandingkan dengan produk Spider-Man lain, film ini layak menepuk dada. Pasalnya, awal tahun ini Spider-Man into Spider-verse membawa pulang Piala Oscar Film Animasi Terbaik. Sebelumnya, menang Golden Globe di kategori yang sama.

6 of 6

Di Indonesia, Selevel Dilan 1991

Dilan 1991
Adegan film Dilan 1991

Di Indonesia, Spider-Man tak pernah gagal di tangga box office. Mengutip data dari akun Twitter pemerhati film @bicaraboxoffice per Jumat (26/7/2019), Spider-Man Far From Home mengumpulkan sekitar 5,2 juta penonton, setara dengan kehebohan Dilan 1991

Sukses ini sebenarnya sudah diprediksi mengingat Spider-Man (2002) yang dibintangi Tobey Maguire pun disambut hangat masyarakat Indonesia.

Tayang lebih lambat hampir 3 minggu dari AS, Spider-Man masih mampu merangkul 1,2 juta penonton. Jumlah yang fantastis mengingat populasi layar bioskop Tanah Air kala itu hanya 250.

Sekarang jumlah layar mencapai 1.800. Sekarang kita paham mengapa Sony dan Disney alot mencapai kata sepakat soal manusia laba-laba. (Wayan Diananto)

Lanjutkan Membaca ↓