Pergolakan Batin Baim Wong Saat Dipanggil Bosque di YouTube

Oleh Liputan6.com pada 18 Agu 2019, 13:00 WIB
Diperbarui 19 Agu 2019, 08:00 WIB
Paula Verhoeven dan Baim Wong

Liputan6.com, Jakarta Selain aktor dan bintang sinetron, Baim Wong kini dikenal sebagai YouTuber. Mendirikan kanal Baim Paula di YouTube, Baim Wong kini memiliki 6,9 juta pengikut. Hingga artikel ini disusun, Baim Wong telah mengunggah tak kurang dari 273 video. 

Yang khas dari unggahan Baim Wong, unggahan video berkonsep eksperimen sosial. Para “korban” sering memanggil Baim Wong dengan sebutan Bosque. Julukan ini viral di jagat maya. Dalam sesi wawancara dengan Showbiz Liputan6.com, Baim Wong mengungkap perasaan dijuluki Bos.

“Jadi bos di YouTube, dibilang risih enggak. Malah saya senang. Awalnya saya membuat konten eksperimen sosial dan prank juga enggak kepikiran. Waktu itu hanya ingin menjaili Paula. Akhirnya saya diberi tahu konten semacam itu namanya bukan prank melainkan eksperimen sosial,” ungkap Baim Wong di Jakarta, baru-baru ini.

Ia senang, kanal YouTube-nya punya banyak pengikut. Aktor kelahiran 27 April 2019, ini juga tak masalah kontennya diikuti YouTuber lain. Namun Baim Wong mengingatkan satu hal penting. 

“Salahnya mereka terlalu memikirkan jumlah viewers yang didapat. Kalau saya lebih karena apa yang ingin saya lakukan. Kalau menuju ke arah (pamer) itu, kadang enggak dapat feel-nya,” Baim Wong mengingatkan.

 

2 of 3

Pahala

[Fimela] Baim Wong dan Paula Verhoeven
Baim Wong dan Paula Verhoeven

Bintang film Jejak Cinta dan Titisan Setan menambahkan, “Saya tidak bicara pahala. Saya juga enggak tahu dapat pahala atau enggak. Saya riya atau enggak juga enggak tahu. Yang penting saya melakukan apa yang saya mau. Cuma kalau sudah berpikiran ke arah viewers dan sensasi besar, inti social experiment jadi enggak dapat.”

 

3 of 3

Tulus

[Fimela] Baim Wong
(Daniel Kampua/Fimela.com)

Diakui Baim Wong, menjaga niat tulus menolong orang lain lewat eksperimen sosial bukan perkara mudah. Berdasarkan pengalaman, kadang pikiran soal viewers dan publikasi muncul begitu saja. 

“Jujur saat melakukan social experiment kadang saya memikirkan kamera dan bertanya, ‘Kamera gue di mana, ya?’ Itu salah, esensinya jadi beda. Jadi ini benaran mau bantu orang lain apa cuma memikirkan konten? Momen itu membuat saya berkaca lagi,” akunya. Momen berkaca memotivasi Baim Wong meluruskan niat dan akhirnya sukses seperti sekarang.(Wayan Diananto)

Lanjutkan Membaca ↓