Boboiboy Movie 2: Konflik Film Terasa Penting Sekaligus Genting

Oleh Liputan6.com pada 14 Agu 2019, 10:20 WIB
Film Boboiboy 2 (Foto: Wayan Diananto)

Liputan6.com, Jakarta - Sama seperti Upin dan Ipin, Boboiboy Movie 2 telah punya tempat khusus di benak masyarakat Indonesia. Saat menggelar gala premier di CGV Grand Indonesia Jakarta beberapa waktu lalu, yang hadir tak hanya anak-anak.

Remaja pun menanti dengan antusias. Dikerjakan hanya dalam setahun dengan biaya produksi mencapai 24 miliar rupiah, Boboiboy Movie 2 digadang-gadang mencetak sejarah baru untuk film animasi Malaysia. Apakah kualitas animasi dan bobot cerita Boboiboy Movie 2 lebih baik dari jilid sebelumnya?  

Boboiboy Movie 2 menampilkan bangkitnya  Retak’ ka (Fadzli) dari kebekuan. Ratusan tahun lalu Retak’ ka bertarung dengan seseorang. Peperangan berakhir dengan kekalahan Retak’ Ka dan lenyapnya sejumlah elemen kekuatan dari tubuhnya. Setelah bangkit, Retak’ Ka berupaya memperoleh kekuatannya kembali. Dari berbagai sumber, Retak’ Ka tahu bahwa elemen kekuatan yang hilang darinya kini dimiliki Boboiboy (Nurfathiah).  

Ambisi membuat Retak’ Ka menghalalkan segala cara. Perjalanan mencari elemen kekuatan kemudian mengantar Retak’ Ka ke Bumi. Sadar bumi dalam bahaya, Boboiboy bersama Fang (Wong), Yaya (Nur), Ying (Yap), dan Gopal (Dzubir) berupaya menghentikan sepak terjang Retak’ Ka. Sayang, kekuatan Boboiboy tidak imbang saat menghadapi Retak’ Ka. Kala semangatnya terperosok ke titik nadir, saat itulah Boboiboy belajar memaknai persahabatan, kekuatan, dan kelebihan dalam diri. 

 

 

2 of 3

Perjalanan Batin

Film Boboiboy 2 (Foto: Wayan Diananto)
Film Boboiboy 2 (Foto: Wayan Diananto)

Boboiboy Movie 2 bagi kami sebuah perjalanan batin ketimbang film pahlawan super. Sineas Nizam mempertanyakan, saat pahlawan super kehilangan hampir seluruh kekuatannya, apalagi yang dapat dilakukannya? Pokok cerita kemudian dibangun berdasarkan fondasi pemikiran, di dunia ini sebenarnya tak ada penjahat.

Yang ada, orang baik yang kehilangan kendali atas ambisinya sendiri. Dari premis ini, Nizam mendirikan beberapa pokok persoalan berbasis tokoh-tokoh tertentu. Retak’ Ka tentunya menjadi poros penting di seberang Boboiboy. 

Yang lainnya, para tokoh pendukung seperti Yaya, Fang, Ying, dan Gopal yang diberi peran penting saat tokoh utama di fase terendah hingga menemukan titik balik. Ini semua dipayungi problem yang lebih besar yakni bahaya lintas planet bahkan lintas galaksi. Sehingga, apapun yang terlihat di film ini terasa penting sekaligus genting. Meski sudut pandang dan konfliknya menggunakan pendekatan film pahlawan super Hollywood, termasuk grafik konfliknya yang sangat fluktuatif, Boboiboy tak kehilangan selera humor melayu-nya.

 

 

3 of 3

Penyajian Bagus

Nizam Abd. Razak, sutradara film Boboiboy 2 (Foto: Wayan Diananto)
Nizam Abd. Razak, sutradara film Boboiboy 2 (Foto: Wayan Diananto)

Dari kerakusan di meja makan, jurus yang mengubah benda menjadi sesuatu yang diinginkan, hingga problem suami takut istri. Disajikan jenaka, tepat waktu, dan durasi ideal sehingga tidak menggoyang konflik utama. Drama pencarian jati diri dan keinsafan akan kekurangan maupun kelebihan tak membuat Boboiboy jilid ini terasa bertele-tele atau terlalu berat. Sempat sedikit mengkhawatirkan khususnya di adegan Boboiboy terbelenggu ajian musuh. Namun, momen ini ditebus Nizam dengan babak akhir yang mengesankan. 

Animasi Malaysia memang tak bisa dibandingkan dengan produk Disney-Pixar. Namun kecerdasan Nizam dan tim membangun merek Boboiboy hingga harum di negeri tetangga layak diacungi jempol. Plus pemilihan pengisi suara yang berhasil identik dengan karakter membuat Boboiboy 2 terasa lekat sekaligus dekat dengan audiens. Konfliknya sendiri merupakan alasan yang kuat bagi penggemar untuk beranjak sejenak dari depan layar beling ke bioskop. 

Pengisi suara: Nurfathiah Diaz, Wong wai Kay, Nur Sarah Alisya, Dzubir Mohammed Zakaria, Yap Ee Jean, Anas Abdul Azi, Fadzli Mohd Rawi

Produser: 

Sutradara: Nizam Abd. Razak

Penulis: Nizam Abd. Razak, Anas Abdul Aziz

Produksi: Animonsta Studios

Durasi: 110 menit 

 

(Wayan Diananto)

Lanjutkan Membaca ↓