Bantu Mengurus Cucu, Darah Tinggi Ibunda Tasya Kamila Kambuh

Oleh Liputan6.com pada 02 Agu 2019, 11:20 WIB
Diperbarui 02 Agu 2019, 11:20 WIB
7 Foto Kebersamaan Tasya Kamila dan Anaknya, Bak Kakak Adik

Liputan6.com, Jakarta - Menikah dengan Randi Bachtiar pada 5 Agustus 2018, Tasya Kamila dikaruniai anak laki-laki. Tasya Kamila dan Randi Bachtiar menamai buah hati mereka Arrasya Wardhana Bachtiar.

Resmi menjadi ibu sejak 13 Mei 2019, hari-hari Tasya Kamila berubah. Apalagi, pada 40 hari pertama usai bersalin, Tasya Kamila belum dapat baby sitter, sementara suami bekerja di Kuala Lumpur, Malaysia.

Mengurus anak jadi tantangan tersendiri bagi pelantun “Libur Telah Tiba.” Sempat, Tasya Kamila minta bantuan ibunya untuk mengurus si kecil.

“Anak saya adalah cucu keempat bagi mama. Sempat mau minta bantuan mama mengurus anak tapi beliau juga sudah tua. Mama bilang, ‘Mama sudah bukan umurnya lagi mengurus bayi sambil begadang',” beri tahu Tasya Kamila kepada Showbiz Liputan6.com di Jakarta, baru-baru ini.

Bintang film Rumah Kentang dan Mall Klender ini menambahkan, “Pernah saya mintai tolong mengurus si kecil sampai begadang, darah tinggi nama naik. Saya jadi kasihan.” Meski darah tinggi sempat kambuh, ibunda Tasya Kamila tetap berupaya membantu putrinya. 

2 dari 3 halaman

Alami Sindrom Baby Blues

7 Foto Kebersamaan Tasya Kamila dan Anaknya, Bak Kakak Adik
Tasya Kamila (Sumber: Instagram/tasyakamila)

“Mama selalu ada buat saya, paling tidak saya yang diurus mama. Suami juga membantu. Alhamdulillah setiap akhir pekan balik Jakarta,” sambung Tasya Kamila.

Banyak ibu muda yang senewen bahkan menangis gara-gara repot mengurus anak. Selama 40 hari mengurus anak, Tasya Kamila sempat mengalami sindrom baby blues mesti tidak parah.

Dari awal hamil, Tasya Kamila belajar tentang trimester keempat, yakni fase setelah melahirkan dan beradaptasi menjadi ibu baru.

 

3 dari 3 halaman

Memaklumi

[Fimela] Tasya Kamila
(Instagram/tasyakamila)

Tasya Kamila pun maklum jika ada ibu yang menangis dan emosional saat mengurus anak.

“Saya bersimpati kepada para ibu baru. Usai bersalin mereka mengalami perubahan hormon. Beberapa minggu mengurus anak, saya capai, mengalami mood swing. Bayangkan mengurus bayi yang demanding setiap dua jam sekali minta susu. Kalau ibu sampai nangis-nangis mengurus bayi itu wajar,” beri tahu Tasya Kamila.

Kadang perasaan seorang ibu menjadi sangat sensitif dan mudah marah. “Sebelum itu terjadi, saya bilang ke orang tua begini, ‘Nanti kalau saya jadi sensitif harap maklum ya.’ Alhamdulillah keluarga mengerti,” pungkasnya.

(Wayan Diananto)

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait