Usai Rockin Battle, M.A.t.S Siapkan Video Klip Nalar

Oleh Aditia Saputra pada 17 Jun 2019, 20:20 WIB
Band electro rock, Meet After the Storm (M.A.t.S)

Liputan6.com, Jakarta Band electro rock, Meet After the Storm (M.A.t.S) baru saja merampungkan penggarapan video klip terbaru mereka. Dalam waktu dekat, video klip dari single berjudul ‘Nalar’ ini bakal rilis secara digital di akun YouTube Supermusic. Band yang mencuat lewat kompetisi bandSupermusic Rockin Battle pada 2017 ini menyuguhkan sebuah konsep performance yang menghentak dalam video klip berdurasi 3 menit 40 detik. 

Sebelum dirilis secara utuh, M.A.t.S juga memberi sedikit bocoran lewat video teaser yang mereka bagikan. Band yang digawangi oleh Erlangga (vokal), Opan Arian (gitar), Dedek Kamajaya (gitar), Andrean (bass), dan Andra (drum) beraksi di bawah instalasi penuh cahaya. Pergerakannya dinamis, mengikuti karakter ‘Nalar’ yang punya intro bertabur distorsi.

Erlangga mengatakan, permainan cahaya dalam klip ‘Nalar' juga terpengaruh dari warna musik mereka yang bernuansa electro. "Dari awal kami pengin konsep yang fresh dan harus keren. Harus ada visual yang punya kesan canggih dan berbeda. Karena basic-nya kami suka performance, maka konsepnya pun tetap aksi panggung. Tapi dengan sentuhan lighting, hingga akhirnya jadi seperti ini,” kata Er, sapaan akrab Erlangga.

Mengintip sedikit dari video teaser ‘Nalar’, repitisi melodi yang mereka mainkan berjalan senada dengan letupan emosi aksi panggung Erlangga cs. Terlebih para personel M.A.t.S mengenakan wardrobe serba hitam, semakin memberikan kesan yang kuat dengan beberapa efek siluet dan smoke bomb.

2 of 3

Konsep

Band electro rock, Meet After the Storm (M.A.t.S)
Band electro rock, Meet After the Storm (M.A.t.S)

Menurut Er, mereka melakukan brainstorming dan concepting selama hampir satu bulan lamanya sebelum menjalani syuting. Dengan konsep yang matang, proses syuting akhirnya mampu mereka rampungkan dalam waktu tidak lebih dari sehari.   

“Video klip ‘Nalar’ ini memang sudah ditunggu oleh fans dan pendengar M.A.t.S, jadi kami buat sematang mungkin. Hasilnya buat kami memuaskan dan melebihi ekspektasi,” ucapnya.

Video klip full version ini rencananya akan resmi dirilis pada 19 Juni 2019  di akun Youtube Supermusic. M.A.t.S berharap agar penikmat musik di jagat maya merespons positif karya mereka. Band asal Palembang ini yakin dengan merilis karya di ranah digital, mereka punya peluang yang lebih besar untuk diterima oleh publik yang lebih luas lagi.

“Dengan begitu orang akan melihat berulang-ulang. Harapan kita penonton yang melihat suka dan mereka lihat ada sesuatu yang baru, karena video klipnya enggak monoton,” imbuh Er.

 

3 of 3

Cerita Single

Band electro rock, Meet After the Storm (M.A.t.S)
Band electro rock, Meet After the Storm (M.A.t.S)

Lirik ‘Nalar’ bercerita tentang keresahan karena kerap kali dituntut sesuatu di luar nalar oleh orang lain. Erlangga mengaku cerita yang dimanifestasikan pada single ini berdasarkan pengalaman pribadinya dengan mantan kekasih. Meski begitu, pemaknaannya bisa general, baik itu kepada pasangan, sahabat, maupun kolega di lingkungan kerja. 

“Bisa dibilang lirik ‘Nalar’ ini merupakan luapan keresahan karena dituntut selalu ada untuk seseorang. Dan personel M.A.t.S juga ternyata pernah merasakan hal yang sama, begitu pula pasti dengan orang lain. Ini pengalaman yang hampir semua orang pasti pernah merasakan,” ujar Er.

Usai menjadi Juara II dalam Supermusic Rockin Battle, karier bermusik M.A.t.S terus berkembang. Berlatar dari personel yang masing-masing menjadi band reguler di sebuah cafe, M.A.t.S perlahan meracuni penikmat musik dengan electro rock khasnya. Beragam apresiasi datang dari berbagai kalangan terhadap karya musik mereka. Setelah tiga single, yaitu ‘After The Storm’, ‘Mendekat Padaku’, dan ‘Nalar’ diluncurkan, M.A.t.S siap merilis album debut dalam waktu dekat.

“Sejauh ini progress album sudah 60 persen. Untuk lirik dan musiknya kita lebih berdamai ke pasar sih dibuat universal. Kita juga ada lagu yang berkisah tentang kehidupan sosial sekarang baik itu di Indonesia dan kejadian di Gaza, Palestina. Tapi dominannya sih tetap ke pribadi kehidupan orang-orang lah,” urai Erlangga.

 

Lanjutkan Membaca ↓