Perubahan Chicco Jerikho Setelah Surinala Lahir

Oleh Liputan6.com pada 08 Jun 2019, 07:00 WIB
Diperbarui 08 Jun 2019, 07:00 WIB
pasangan seleb
Perbesar
Chicco Jerikho mengaku sudut pandang dalam menyikapi hidup bergeser.

Liputan6.com, Jakarta - Menikah pada 3 Juli tahun lalu, pasangan Chicco Jerikho dan Putri Marino dikaruniai seorang putri bernama Surinala Carolina Jarumilind. Sejak Surinala lahir pada 24 September tahun lalu, kehidupan Chicco Jerikho berubah.

Chicco Jerikho mengaku sudut pandang dalam menyikapi hidup bergeser. Apalagi, Chicco Jerikho dan Putri Marino mengasuh putri mereka tanpa bantuan baby sitter.

“Dulu waktu masih lajang, saya menerima banyak tawaran kerja selama jadwal tidak bertabrakan. Mencari uang dan mempertahankan popularitas, sesederhana itu pola pikirnya. Sejak punya anak saya memikirkan keseimbangan hidup. Memikirkan waktu bersama anak juga,” ungkap Chicco Jerikho, dalam sesi wawancara khusus dengan Showbiz Liputan6.com.

Sebagai ayah, Chicco Jerikho ingin melihat tumbuh kembang putrinya. “Karena waktu, kan tidak bisa diulang,” ia beralasan. 

2 dari 3 halaman

2 Minggu

Putri Marino dan Chicco Jerikho
Perbesar
Putri Marino dan Chicco Jerikho di Bali (Instagram/putrimarino)

Rekor terlama Chicco Jerikho meninggalkan istri dan anak, selama dua minggu. Chicco Jerikho menjadi presenter program "Jejak Petualang" yang mengharuskannya syuting ke luar kota bahkan, luar pulau selama dua minggu.

Pulang syuting, Chicco Jerikho melepas kangen dengan mencermati apa saja perkembangan putrinya. Surinala kini bisa bicara, dan kata pertama yang diucapkannya, mama. Meski bukan papa, Chicco tak kecewa.

 

3 dari 3 halaman

 Tak Boleh Egois 

[Fimela] Putri Marino dan Chicco Jerikho
Perbesar
Putri Marino dan Chicco Jerikho

“Wajar kalau kata pertama yang diucap Surinala mama. Kan mama yang melahirkan. Saya menunggui Putri selama 24 jam saat ia menjalani persalinan normal,” beber bintang film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku.

Melihat pengorbanan Putri Marino, Chicco Jerikho lantas teringat orang tuanya. “Sejak istri bersalin dan kami membesarkan anak berdua, saya jadi lebih sayang orangtua. Dulu saya jadi anak. Sekarang saya jadi ayah. Tanggung jawab saya menafkahi dan mencintai anak istri. Tidak boleh egois lagi,” pungkasnya. (Wayan Diananto)

Lanjutkan Membaca ↓