Pasca-Kerusuhan Jakarta 22 Mei, Ini Harapan Denny Sumargo

Oleh Liputan6.com pada 26 Mei 2019, 06:00 WIB
[Fimela] Denny Sumargo

Liputan6.com, Jakarta - Aksi damai yang berujung kerusuhan di Jakarta, 21 dan 22 Mei 2019 kemarin mengundang keprihatinan sejumlah pihak termasuk dari kalangan artis. Denny Sumargo, salah satu yang waswas sejak KPU mengumumkan hasil perhitungan real count pemilihan presiden, pada 21 Mei 2019, dini hari.

Beberapa jam setelah KPU menyampaikan pengumuman, Denny Sumargo berdoa agar kondisi Ibu Kota tetap damai. Masalahnya, aksi damai yang diikuti lebih dari 200 orang perusuh berujung rusuh. Mereka ditangkap aparat kepolisian.

“Saya berharap setelah semuanya ini kita damailah. Konflik politik pasti ada, karena ada dua kubu yang berjuang di jalan masing-masing. Sikap legawa tidak akan terbentuk secara instan, butuh waktu. Namun ingatlah ada banyak orang yang punya keluarga di luar sana. Ingat pula peristiwa Mei 1998. Semestinya ini tak perlu terulang,” ungkap Denny Sumargo, dalam sesi wawancara khusus dengan Showbiz Liputan6.com di Jakarta, pekan ini.

Denny Sumargo menambahkan, aksi damai untuk menyampaikan aspirasi itu wajar. Menjadi tak wajar saat rusuh dan terjadi penjarahan hingga pembakaran.

 

2 of 3

Trauma

[Fimela] Denny Sumargo
Denny Sumargo

Denny Sumargo meminta masyarakat berkaca pada Mei 1998. Denny Sumargo ingat betul kala itu ia masih di Makassar. Daerah tempat tinggalnya diberlakukan status keamanan siaga satu.

Denny yang masih SMA mendengar penjarahan di sejumlah toko milik saudara sebangsa yang beretnis Tionghoa. Momen kelam itu menyisakan trauma di benak Denny Sumargo hingga kini.

 “Itu menyisakan trauma. Saya kala itu merasakan sendiri dan amat terpukul. Kalau mengingat tragedi itu otomatis air mata menetes,” imbuh Denny Sumargo.

 

3 of 3

Jangan Merusak

[Fimela] Denny Sumargo
(Instagram/sumargodenny)

Ia menambahkan, “Saya tahu kedua pasangan peserta Pilpres berjuang. Para pendukungnya pun berjuang untuk Indonesia yang lebih baik. Mohon dengan sangat, saat turun ke jalan jangan merusak. Pertimbangkan kepentingan dan keselamatan orang lain yang notabene saudara sebangsa kita. Tolong jangan bertindak terlalu jauh.” (Wayan Diananto)

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait