Jauhi Riba dengan Berhijrah, Jhody Super Bejo Pilih Ngontrak Rumah

Oleh Sapto Purnomo pada 08 Mei 2019, 19:40 WIB
Jhody Super Bejo

Liputan6.com, Jakarta - Setelah sempat mengalami serangan jantung pada 2016 lalu, Jhody Super Bejo kini memutuskan untuk hijrah dan mendekatkan diri kepada Sang Khaliq. Ia tak mau melewatkan kesempatan hidup untuk kedua kali, setelah sempat mengalami sakit yang hampir saja merenggut nyawanya.

Kini Jhody Super Bejo berusaha menjadi muslim yang taat dengan menginggalkan semua larangan yang telah diperintahkan agama termasuk riba. Sampai-sampai Jhody Super Bejo rela menjual rumah, mobil dan segala barang berharganya yang didapat dari hasil riba.

"Ya karena saya mau lepas riba. Alhamdulillah saya tidak punya rumah lagi, saya sudah jual rumah, saya jual mobil," ujar Jhody Super Bejo, di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019).

 

2 of 3

Didukung Keluarga

[Bintang] Edwin - Jhody (Super Bejo)
Konser 90'an (Deki Prayoga/bintang.com)

Sebelumnya, Jhody sempat berbicara dengan istri dan anaknya untuk menjual rumah dan mobil yang ia dapat dari hasil riba. Beruntungnya ia mendapat dukungan penuh istri dan juga anak-anaknya.

"Ya karena anak saya dan istri yang dukung, mereka ketika surat pengosongan rumah itu datang, nah itu finalnya. Gue bilang, "Percuma papa sering ke masjid segala macam tapi masih ada ganjelan," ucap Jhody Super Bejo. 

 

3 of 3

Ngontrak

[Bintang] Edwin - Jhody (Super Bejo)
Konser 90'an (Deki Prayoga/bintang.com)

Jhody Super Bejo kini memilih untuk tinggal di rumah kontrakan bersama istrinya. Buat Jhody Super Bejo, tinggal di rumah kontrakan dirasa lebih nyaman ketimbang hidup di rumah dengan hasil riba.

"Sekarang saya ngontrak, pokoknya nyaman. Luar biasa artinya nikmat banget hidup itu," ujar Jhody.

Lanjutkan Membaca ↓