Perjuangan Pemeran Cersei di Game of Thrones Hadapi Gangguan Mental

Oleh Ruly Riantrisnanto pada 07 Mei 2019, 08:30 WIB
Diperbarui 07 Mei 2019, 08:30 WIB
Cersei di Game of Thrones

Liputan6.com, Los Angeles - DiĀ Game of Thrones, Lena Headey membawakan karakter Cersei Lannister yang kerap tampil penuh percaya diri. Namun di balik itu, ia ternyata sempat mengalami masalah kesehatan mental. Selama ini, ternyata ia berjuang melawan depresi dan kecemasan yang kerap muncul, seperti dikabarkan

Dilansir dari Mashable, kondisi ini dibahas Lena Headey bersama para penggemar Game of Thrones di Twitter pada 2017 lalu. Ia pun mengutarakan, "Aku akrab dengan depresi, aku terlalu banyak berpikir. Kecemasan dan depresi adalah nyata dan merupakan reaksi kimiaku."

Lena Headey melanjutkan, "Kita tertipu selama ini dengan berpikir bahwa kita tidak pernah mencukupi, atau kita tidak cukup. Cantik, kurus, kaya, mampu, cukup sukses. Nah, inilah kenyataannya. Kau sudah cukup, sebenarnya kau adalah orang yang kau anggap cantik. Mari kita ingat itu."

Aktris yang tampil di Game of Thrones sejak musim pertama ini, sebelumnya juga sempat berbicara tentang perjuangannya melawan depresi pascapersalinan.

2 dari 3 halaman

Menanggulangi Depresi

Game of Thrones Musim 6
Nikolaj Coster-Waldau sebagai Jaime Lannister dan Lena Headey sebagai Cersei Lannister (Helen Sloan/HBO)

"Sepertinya ada hal-hal tertentu yang keren untuk dibicarakan dan ada hal-hal tertentu yang tidak ingin dibicarakan oleh siapa pun," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan majalah Net-a-Porter pada 2014.

"Aku hanya merasa jika kau tidak berbagi dan kau tidak terhubung, maka kau hanya menyebabkan lebih banyak terisolasi dan itu adalah hal yang sangat buruk bagi kita semua," tambahnya.

Fans juga meminta saran Lena untuk menanggulangi depresi dan kecemasan dalam diri setiap orang. Masukan dari sang aktris pun cukup memotivasi penggemar.

3 dari 3 halaman

Jujur

Cersei Lannister  (Game of Thrones / HBO / AP PHOTO)
Cersei Lannister (Game of Thrones / HBO / AP PHOTO)

"Kecemasan adalah binatang buas. Kau harus berbicara dengan binatang buas. Lepaskan mereka kembali ke alam liar. Lebih mudah mengatakan daripada melakukannya, aku tahu, tapi tetap saja. Bagus untuk dilatih," ia menyampaikan.

"Kegelisahan. Depresi. Ini nyata dan kimiawi. Ini juga spiritual. Jangan takut untuk membiarkan seseorang benar-benar melihatmu. Keajaiban terjadi ketika kamu rentan dan jujur dan manusiawi," tambahnya.

Lanjutkan Membaca ↓