Merasa Dirugikan hingga Rp 10 Miliar, Elza Syarief Laporkan Farhat Abbas ke Polisi

pada 02 Feb 2019, 14:30 WIB
Diperbarui 04 Feb 2019, 13:13 WIB
Farhat Abbas

, Jakarta Pengacara Elza Syarief melaporkan Farhat Abbas ke Polda Metro Jaya pada 28 Januari lalu, atas dugaan penipuan dan penggelapan. Jumlah kerugian yang disebut pihak Elza Syarief tak tanggung-tanggung, mencapai Rp 10 miliar.

Hal ini diungkapkan oleh kuasa hukum Elza, Rhony Sapulette dan Asnawi Patandjengi saat ditemui JawaPos.com di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2019).

"Jadi, kemarin hari Senin 28 Januari, kita sebagai kuasa pelapor Elza Syarief melaporkan inisial FA (Farhat Abbas). Jadi, kita melaporkan dugaan 378-372, penipuan dan penggelapan, "ujar Asnawi Patandjengi. Ia mengatakan, salah satu hal yang dilakukan oleh Farhat Abbas, adalah meminjam uang dari Elza Syarief. 

"Modusnya adalah memperdaya Ibu Elza supaya mau meminjamkan uang dengan janji dikembalikan tiga bulan, tapi sampai sekarang nggak balik," tuturnya menambahkan. 

Tak hanya itu, Farhat Abbas juga sempat dibela oleh Elza Syarief saat bercerai dengan Nia Daniati, termasuk dalam gugatan harta gana-gini. Hanya saja, ia disebut tidak membayar Elza sebagai kuasa hukumnya saat itu.

 

Simak berita menarik lain di JawaPos.com

 

2 of 3

Belum Bayar

Mantan Dirut PNRI, Isnu Edhy Wijaya dan Advokat Elza Syarief Bersaksi di Sidang Setya Novanto
Advokat Elza Syarief (kanan). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

"Modus lain, ada beberapa yang perkara bersangkutan dibela. Di antaranya, perceraian dengan Bu Nia Daniati dan gugatan harta juga demikian, itu tidak dibayar. Mungkin FA berkilah tidak ada perjanjian, tapi dalam surat kuasa selalu ada honorarium," tutur Asnawi.

Rhony juga menegaskan  bahwa selama ini tidak ada itikad baik dari Farhat, yang  hanya memberi harapan yang tidak pasti kepada Elza. Padahal, Elza juga dikatakan meminjam uang tersebut darri bank, sehingga harus mencicilnya setiap bulan.

3 of 3

Hingga Rp 10 Miliar

[Bintang] Farhat Abbas
Farhat Abbas (Adrian Putra/bintang.com)

"Ini (Rp 10 miliar) akumulasi dari dana-dana yang diambil oleh bersangkutan secara langsung atau tidak. Dia pernah berkantor juga di kantor Bu Elza dengan iming-iming dia akan melakukan pekerjaan untuk mengembalikan uang, maka dia ambil lagi. Uangnya terakhir kasus Rp 2 miliar success fee di Medan milik Bu Elza diambil juga," tutur Rhony. (Novianti Setuningsih / JawaPos.com)

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by