Ini Lirik Lagu Kemarin Seventeen yang Bikin Baper

Oleh Liputan6.com pada 27 Des 2018, 14:30 WIB
Diperbarui 29 Des 2018, 14:13 WIB
[Bintang] Eksklusif Seventeen 8

Liputan6.com, Jakarta Lagu bertajuk "Kemarin" Seventeen yang dirilis pada akhir tahun 2016, saat ini tengah menjadi trending disukai di industri musik Indonesia. Sedihnya, lagu ini berisi lirik yang mirip dengan kisah yang dialami band yang telah kehilangan tiga personelnya itu.

Dalam video klip yang diunggah oleh GP Records tersebut, produser lagu "Kemarin" Seventeen, lagu itu digambarkan dengan kisah pasangan kekasih yang dipisahkan oleh maut. Tokoh pria yang diperankan oleh Ifan Seventeen ini tampak ingin mengulang kenangan indah bersama belahan jiwa yang sudah tiada.

Kisah di lagu ini didasari dari cerita nyata sang gitaris Herman Sikumbang yang menciptakan tembang "Kemarin" Seventeen. Herman berusaha menceritakan kepedihannya saat ditinggalkan seseorang yang dikasihinya.

Suasana kehilangan yang mendalam pun dituangkan dalam aransemen musik penuh emosional.

 

 

2 of 3

Perpisahan Tak Terduga

[Bintang] Eksklusif Seventeen 4
Eksklusif 19 tahun Seventeen berkarya (Foto: Bambang E Ros, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Tembang "Kemarin" Seventeen adalah single keempat dari album Pantang Mundur. Liriknya yang tentang perpisahan tak terduga ini dianggap sebagian Kawan Seventeen, sapaan penggemar band asal Yogyakarta itu sebagai kenangan terakhir Ifan Seventeen pada sang istri dan tiga rekan personel band.

Lagu "Kemarin" Seventeen dinyanyikan kembali oleh banyak orang, termasuk penyanyi Aviwkila. Duo Uki dan Ajeng ini mengaku telah lama diminta bawakan lagu tersebut oleh kru Seventeen, Ujang, yang juga meninggal saat tsunami Anyer. Semua tersaji di kanal video berbagi.

 

3 of 3

Lirik Lagu

[Bintang] Eksklusif Seventeen 2
Eksklusif 19 tahun Seventeen berkarya (Foto: Bambang E Ros, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Kemarin, engkau masih ada di sini.

Bersamaku menikmati rasa ini.

Berharap semua tak'kan pernah berakhir.

Bersamamu, bersamamu...

 

Kemarin, dunia terlihat sangat indah.

Dan denganmu merasakan ini semua.

Melewati hitam putih hidup ini.

Bersamamu, bersamamu...

 

Kini sendiri di sini,

Mencarimu tak tahu  di mana.

Semoga tenang kau di sana

Selamanya...

 

Aku selalu mengingatmu,

Doakan mu setiap malamku.

Semoga tenang kau di sana

Selamanya...

 

Kini sendiri di sini

Mencarimu tak tahu di mana

Semoga tenang kau disana

Selamanya...

 

Aku selalu mengingatmu

Doakan mu setiap malamku

Semoga tenang kau disana

Selamanya...

 

(Lavenia/mgg)

Lanjutkan Membaca ↓