Sophia Latjuba Jadi Wanita Dayak di Teater Bawi Lamus

Oleh Aditia Saputra pada 27 Sep 2018, 20:20 WIB
Diperbarui 27 Sep 2018, 20:20 WIB
[Bintang] Sophia Latjuba

Liputan6.com, Jakarta Demi menjadi seorang wanita Dayak, aktris Sophia Latjuba rela untuk melepas semua pekerjaan yang akan dijalaninya. Mantan kekasih Ariel NOAH ini akan memainkan teater tentang kehidupan Suku Dayak yang berjudul Bawi Lamus.

Sophia Latjuba mengaku senang mendapat tawaran bermain dalam pertunjukan ini. Bahkan, dirinya khusus mengosongkan jadwalnya agar bisa berkonsentrasi untuk pertunjukan ini. Pertunjukkannya sendiri akan berlangsung pada 13 dan 14 Oktober 2018 mendatang di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

"Saat dikasih tahu dan saya menjadi apa, saya telepon manajer dan saya bilang enggak peduli kerjaan apa, cancel semua, gue mau masuk. Ini demi Kalimantan," ujar Sophia Latjuba dalam jumpa pers Bawi Lamus di Ecology Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2018). 

Nantinya dalam teater ceritanya berlatar belakang suku Dayak ini, Sophia Latjuba berperan sebagai Bawi Lamus.

"Bawi Lamus ini sebenarnya kalau diterjemahkan ke Bahasa Indonesia adalah wanita cantik tapi yang diangkat di sini Bumi Pertiwi," ungkap Sophia Latjuba.

 

2 dari 3 halaman

Alasan

[Bintang] Sophia Latjuba
Sophia Latjuba

Sophia Latjuba mengaku jika pertunjukkan budaya ini menarik untuk diikuti. Selain alasan itu, nama-nama besar yang juga ikut di dalam pertunjukkan ini, juga menjadi alasan dirinya mau ikut bergabung. 

"Ada nama-nama orang-orang besar kayak Jay Subyakto, Erwin Gutawa, Leo, orang-orang yang sudah sering kerjasama sejak almarhum Chrisye, itu nomor satu," ucap Sophia Latjuba.

Selain itu, Sophia Latjuba mengaku jatuh cinta pada alam Kalimantan Tengah. "Nomor dua, Bawi Lamus sendiri mother nature adalah salah satu pertunjukkan seni dan budaya dari Kalimantan Tengah, Dayak. Saya pernah ke sana. Jatuh cinta sama alamnya," paparnya.

 

3 dari 3 halaman

Ide

[Bintang] Sophia Latjuba
Sophia Latjuba

Bawi Lamus menjadi kuali kreatif dari nama-nama besar di dunia pertunjukan Indonesia untuk menuangkan cinta, ide dan gagasan mereka tentang Kalimantan. 

Naskah yang dibuat oleh Paquita Widjaja Rustandi ini dibumbui simbol khas Kalimantan dalam kemasan artistik oleh Jay Subyakto dan komposisi orkestra yang membangkitkan emosi oleh Erwin Gutawa. Inet leimena sebagai sutradara akan merangkai pertunjukan ini bersama dua orang koreografer Edhi Wiluyo dan Siko Setyanto, serta visual dari Taba Sanchabakhtiar. Tim kreatif ini akan memberikan dukungan maksimal bagi penari dan pemusik asal Palangkaraya juga pesona Lea Simanjuntak dan Sophia Latjuba.

Pertunjukan Bawi Lamus digagas oleh Sarana Praweda Utama (SPU) dan Frequent Productions dengan harapan bisa menjadi wadah bertemu pelaku seni, pekerja kreatif, pengelola pertunjukan, sponsor, kontributor, serta media untuk bekerja bersama mengekspresikan cinta pada Kalimantan, membawa kesenian tradisi lokal pada tatanan yang lebih besar, dan memperkaya Indonesia.

 

Lanjutkan Membaca ↓