Adara Taista Divonis Kanker Kulit Sebelum Menikah dengan Anak Hatta Rajasa

Oleh Liputan6.com pada 21 Mei 2018, 14:40 WIB
Diperbarui 23 Mei 2018, 14:13 WIB
[Bintang] Menantu Hatta Rajasa

Liputan6.com, Jakarta - Menantu Hatta Rajasa, Adara Taista, mengembuskan napas terakhirnya di Tokyo, Sabtu (19/5/2018) waktu setempat. Adara Taista yang baru enam bulan menikah dengan Rasyid Rajasa, meninggal dunia akibat sakit kanker kulit melanoma.

Hal itu diungkapkan putra bungsu Hatta Rajasa, Rasyid Rajasa, saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (21/5/2018). Menurut Rasyid Rajasa, Adara mengidap sakit kanker kulit melanoma sebelum mereka menikah.

"Adara Taista sudah mengidap penyakit dari April tahun lalu (sebelum Rasyid menikahi Adara)," ujarnya.

Hatta Rajasa juga menambahkan tentang penyakit yang diderita menantunya tersebut. Mantan Menko Perekonomian Ri ini menjelaskan bahwa penyakit yang diderita sang menantu merupakan penyakit yang ganas yang menyerang kulit.

"Tadi sudah disampaikan, Adara menderita sakit yang disebut dokter kanker melanoma. Melanoma itu yang biasa disebut kanker kulit, tapi dia tidak berada di permukaan tapi berada di dalam permukaan," kata Hatta Rajasa.

2 of 3

Berobat ke Luar Negeri

[Bintang] Adara Taista
Adara Taisa, menantu Hatta Rajasa meninggal dunia. (Sumber Foto: Instagram/adarataista)

Hatta Rajasa juga berdoa agar medis dapat menemukan obat yang ampuh untuk menyembuhkan penyakit kanker melanoma. Pasalnya, keluarga sudah mencoba menyembuhkan penyakit Adara hingga ke luar negeri, tapi tak kunjung sembuh.

3 of 3

Belum Ada Obatnya

Pemakaman Menantu Hatta Rajasa, Adara Taista
Hatta Rajasa menaburkan bunga di makam almarhum Adara Taista di makam TPU Tanah Kusir, Jakarta, Senin (21/5). Rasyid Rajasa dan Adara Taista baru menikah selama enam bulan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

"Saya mohon kawan-kawan doakan ya, agar bangsa kita dan seluruh kegiatan untuk kemanusiaan untuk melakukan riset-riset yang bisa mengatasi melanoma seperti itu. Kami sudah berobat di Indonesia, Singapura, terakhir di Jepang. Memang belum ditemukan (obatnya). Tapi ini semua takdir Allah. Obat itu perantara, tapi yang berkehendak Allah," ucap Hatta Rajasa. (Syifa Ismalia/Bintang.com)

Lanjutkan Membaca ↓