Diputar di AS, Film Tengkorak Masuk Nominasi Best Film Cinequest 2018

Oleh Ruly Riantrisnanto pada 05 Mar 2018, 09:10 WIB
Diperbarui 05 Mar 2018, 09:10 WIB
Film Tengkorak
Perbesar
Film Tengkorak. (Akasacara Film)

Liputan6.com, Jakarta - Pada 1 Maret 2018 lalu, film Tengkorak mendapat kesempatan untuk tayang dalam World Premiere di Cinequest 2018. Film buatan Sekolah Vokasi dan civitas Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini, bahkan berhasil masuk nominasi Best Film kategori Science Fiction, Fantasy and Thriller.

Cinequest 2018 yang merupakan salah satu Festival Film terbaik di AS menurut USA TODAY, menjadi ajang perdana bagi film Tengkorak untuk diputar di hadapan para penonton dunia. Dalam World Premiere tersebut, film Tengkorak tayang selama empat hari, yaitu pada 1, 2, 3, dan 9 Maret 2018.

Melalui rilis yang diterima Liputan6.com, Wikan Sakarinto selaku produser Tengkorak sekaligus dekan Sekolah Vokasi UGM, mengklaim bahwa film Tengkorak mendapat sambutan positif dan hangat dari publik di AS selama tiga hari pertama pemutaran.

Film Tengkorak dinyatakan layak tayang karena ini adalah film independen panjang pertama besutan seorang sutradara dari negara yang masih jarang menghadirkan genre fiksi ilmiah di kancah perfilman internasional.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Sangat Dinamis

Film Tengkorak
Perbesar
Film Tengkorak. (Akasacara Film)

"Seusai pemutaran film, sesi tanya jawab berlangsung sangat dinamis dan saking banyaknya pertanyaan-pertanyaan, waktu sesi tersebut selalu tidak mencukupi. Dari pertanyaan-pertanyaan dan komentar, rata-rata penonton sangat mengapresiasi keberanian memilih tema dan diwujudkan dalam eksekusi yang gemilang," kata para produser Tengkorak dalam rilis tersebut.

"Beberapa celotehan khas Yogyakarta (mayoritas dalam Bahasa Jawa) yang gagal ditangkap penonton dunia, justru mengantarkan Tengkorak sebagai 'Hard SciFi'. Itulah kesan penonton, yaitu berhasil membuat penonton berpikir dan terhibur oleh jalinan alur cerita Tengkorak yang sangat 'SciFi'," ujar Wikan.


Keberanian

Film Tengkorak
Perbesar
Film Tengkorak. (Akasacara Film)

Seorang penonton bernama Roxanne sempat berkomentar, "Excellent and wonderfully done."

Seorang penonton yang juga ilmuwan serta pencinta film bernama Shah, menggarisbawahi keberanian sutradara untuk menampilkan tokoh perempuan sebagai karakter sentral sekaligus ilmuwan dan sebagai presiden.

Seorang blogger film di Amerika turut menyatakan, "I will give straight 5 out of 5."

 


Karya Dosen dan Mahasiswa

Film Tengkorak
Perbesar
Film Tengkorak. (Akasacara Film)

Film Tengkorak merupakan film yang 100 persen hasil karya dosen dan mahasiswa Sekolah Vokasi UGM. Film yang menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia di ajang festival film Cinequest ini, dibuat di Yogyakarta dengan para pemain dan figuran yang ada di Kota Gudeg tersebut.

Sebelumnya pada 1 Februari 2018, Menristek Dikti Mohamad Nasir secara khusus berkunjung ke UGM untuk menyaksikan secara langsung presentasi Film Tengkorak. Ia mengapresiasi film ini dan berpesan agar para produser Tengkorak juga harus segera menyiapkan karya untuk pembuatan film berikutnya. Diharapkan, karya selanjutnya mampu menggabungkan inovasi berbagai aspek seperti animasi, efek khusus, teknologi, serta aspek seni dengan lebih baik.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya