Usai Insiden Death Drop, Edison Wardhana Masih Jalani Terapi

Oleh Zulfa Ayu Sundari pada 28 Feb 2018, 09:20 WIB
Diperbarui 02 Mar 2018, 09:13 WIB
[Bintang] Edison Wardhana

Liputan6.com, Jakarta - Tiga bulan pasca insiden death drop, kondisi kesehatan Edison Wardhana semakin menunjukkan perkembangan. Edison Wardhana sudah bisa berjalan meski dibantu tongkat, dan mulai bisa bernapas dengan cukup normal.

Seperti diketahui, akibat dari insiden itu, Edison Wardhana mengalami cidera di beberapa titik seperti patah tulang kaki, patah tulang pinggul. Organ paru-parunya juga mengalami luka.

 

 

 

 

2 of 4

Terapi

[Bintang] Demian Aditya dan Edison Wardhana
Demian Aditya dan Edison Wardhana (Nurwahyunan/bintang.com)

Meski kesehatannya berangsur membaik, namun Edison Wardhana tetap harus menjalani terapi agar kondisinya pulih 100 persen.

"Fisioterapi tetap jalan, saya juga punya PR walaupun dirumah harus tetep olahraga, olahraga ala kalau orang pasca cedera," ucap Edison Wardhana di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (27/2/2018).

 

3 of 4

Paru-paru Luka

[Bintang] Edison Wardhana
Demian Aditya jenguk Edison Wardhana. (Instagram/edison_wardhana)

Untuk membuat pernapasannya kembali berfungsi dengan normal, ia juga masih harus melakukan terapi dengan rutin.

"Contohnya tarik napas, karena paru-paru saya kan luka, kalau dilihat secara detail saya punya paru-paru kiri agak kolapse jadi kalo saya napas emang enggak sama," jelaanya.

 

4 of 4

Tiup Balon

[Bintang] Demian Aditya - Edison Wardhana
Demian Aditya - Edison Wardhana (Nurwahyunan/bintang.com)

"Jadi saya harus latihan napas, sedangkan kita napas tiap hari, nah itu harus saya latih, dan punya target. Contohnya niup balon deh, saya tuh niup balon susahnya setengah mati, enggak mudah, jadi itu yang harus saya lakuin, tiup balon satu ya karena untuk ngelatih paru paru," sambungnya.

Selain terapi, ia juga masih mengonsumsi obat sebagai penunjang kesembuhan. "Yang jelas kalau luka jahitan sudah lepas, sudah kering, tapi saya masih mengkonsumsi obat nyeri. Kalau saya tidak mengonsumsi obat itu saya bisa merasakan perih," imbuh dia.

Lanjutkan Membaca ↓