Ratu Givana Prihatin Kasus Gizi Buruk Suku Asmat

Oleh Hernowo Anggie pada 07 Feb 2018, 15:50 WIB
Diperbarui 07 Feb 2018, 15:50 WIB
Ratu Givana Prihatin Kasus Gizi Buruk Suku Asmat
Perbesar
Ratu Givana Prihatin Kasus Gizi Buruk Suku Asmat

Liputan6.com, Jakarta - Presenter Ratu Givana sangat prihatin dengan maraknya kasus gizi buruk di Indonesia. Sebagai negara besar dan berkembang, gizi buruk seharusnya menjadi masalah yang tak lagi jadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

Seperti diketahui, kasus gizi buruk baru-baru ini melanda Suku Asmat di pedalaman Papua. Tak hanya itu, beberapa kasus gizi buruk juga ditemukan di kota Tangerang, Banten.

 

 

 

 

 

 

 

 

2 dari 4 halaman

Peran Pemerintah

Ratu Givana dan Vicky Prasetyo
Perbesar
Ratu Givana dan Vicky Prasetyo

Menurut host Vickynisasi bersama Vicky Prasetyo itu, peran pemerintah dalam menyosialisasikan pola hidup sehat kepada masyarakat menjadi sangat penting dalam penanganan kasus gizi buruk.

"Disini dituntut peran pemerintah dan masyarakat untuk mensosialisasikan tentang pentingnya kesehatan diri, asupan gizi dan lingkungan sejak dini. Sehingga diharapkan kejadian seperti ini tidak akan terulang," kata Ratu Givana kepada pewarta, Rabu (7/2/2018).

 

 

 

 

3 dari 4 halaman

Budaya Hidup Sehat

Ratu Givana
Perbesar
Ratu Givana

Ia mengatakan, budaya hidup sehat juga harus dikampanyekan kepada masyarakat Suku Asmat seperti tata cara membersihkan lingkungan.

"Mulai dari mencuci tangan, menggosok gigi, cara membuat susu dengan air panas, meminum air matang dan buang air besar pada tempatnya," kata Ratu Givana yang juga Duta Kanker Indonesia itu.

 

 

 

4 dari 4 halaman

Pemahaman Masyarakat Rendah

Asmat
Perbesar
Suku Asmat (iStockphoto)

Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap kasus gizi buruk dan campak Suku Asmat Papua disebabkan oleh rendahnya pemahaman masyarakat akan pentingnya imunisasi yang berdampak pada rendahnya cakupan imunisasi.

"Imunisasi buat anak-anak balita itu penting untuk mencegah timbulnya penyakit. Saya berharap KLB gizi buruk dan campak yang terjadi di Asmat dan Pegunungan Bintang ini jadi yang terakhir di Papua," dia mengakhiri.

Lanjutkan Membaca ↓