Asri Welas Menangis Saat Membaca Ini

Oleh Sapto Purnomo pada 05 Jan 2018, 10:00 WIB
[Bintang] Asri Welas

Liputan6.com, Jakarta Asri Welas tak bisa menahan air mata ketika membaca skenario film yang akan ia bintangi, Keluarga Cemara. Asri Welas merasa film yang diangkat dari serial televisi yang tenar di era 90-an ini banyak menyampaikan pesan moral khususnya untuk anak remaja saat ini.

"Skenario sudah aku terima dari bulan Oktober. Kenapa gue terima, karena pas saat gue baca itu gue sudah nangis. Apa yang ada di dalam itu harus disampaikan kepada anak-anak zaman digital," ujar Asri Welas saat ditemui di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, dalam jumpa pers film Keluarga Cemara, Kamis (4/1/2017). Dalam film ini,  Asri berperan sebagai tukang kredit bernama Ceu Salmah.

Permasalahan keluarga akan selalu ada, begitu yang diucapkan Asri Welas. Namun dalam Keluarga Cemara, selalu diselesaikan dengan kepala dingin, sehingga tak saling menuduh atau bertengkar satu sama lain.

"Karena semua permasalahan hidup ada di situ. Sangat complicated tapi sangat simple, jadi itu yang bikin gue aduuhh terharu banget," kata Asri.

2 of 3

Ingin seperti Keluarga Cemara

Disajikan Lebih Kekinian, Film Keluarga Cemara Diangkat ke Layar Lebar
Aktris Asri Welas saat syukuran menjelang syuting film Keluarga Cemara di kawasan Gunawarman, Jakarta, Kamis (4/1). Film ini bercerita tentang keluarga yang terdiri dari Abah, Emak, Euis, Ara dan Agil. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Bahkan Asri sempat berpikir, mengapa dirinya tidak menjalani rumah tangga seperti kisah Keluarga Cemara. Sebab, banyak pelajaran yang ia dapat setelah membaca skenario tersebut, terutama bagaimana menjadi seorang ibu dan istri dalam rumah tangganya.

"Kenapa gue enggak kaya gini untuk keluarga gue, kenapa gue enggak kaya gini ke anak gue, kenapa gue enggak kaya gini untuk suami gue," kata Asri.

 

3 of 3

Menghabiskan Tisu

[Bintang] Asri Welas
Asri Welas (Adrian Putra/bintang.com)

Komunikasi menjadi yang paling utama dalam menjalani sebuah keluarga. Itulah yang membuat Asri menangis ketika membaca skenario perbincangan antara orangtua dan anak, dan sebaliknya.

"Kebersamaannya. Sentuhan dialog dari bapak ke anak, anak ke bapak. Ketulusannya, dialog enggak ribet, tapi pesan yang disampaikan dapet. Gue baca reading saja nangis mulu sampe tisu banyak banget," kata dia.

Lanjutkan Membaca ↓