Bercanda Kelewatan, Ellen DeGeneres Dituntut

Oleh Deyesta Naedy pada 08 Jun 2016, 21:00 WIB
Diperbarui 08 Jun 2016, 21:00 WIB
Ellen DeGeneres
Perbesar
Ellen DeGeneres dituntut oleh seorang agen karena melontarkan candaan yang kelewat batas.

Liputan6.com, Los Angeles - Ellen DeGeneres dikabarkan tengah dituntut gara-gara candaan yang ia keluarkan di dalam talkshow yang dipandunya, The Ellen DeGeneres Show. Seorang agen yang diketahui bernama Titi Pierce ini, menggugat komedian dan Warner Bros Entertaiment karena mengejek nama dirinya di salah satu segmen acara Ellen.

Dikutip Aceshowbiz, Rabu (8/6/2016), menurut gugatan tersebut, dalam segmen yang berjudul "Whats Wrong With These Ads and These Signs?" yang tayang pada 22 Februari 2016, Ellen DeGeneres mengejek plang yang menampilkan nama Pierce, dan disebut Ellen sebagai 'Titty Pierce'.

Ellen DeGeneres (AFP/Bintang.com)

Dalam segmen tersebut, terdapat salah satu tayangan yang bertuliskan, "Nipple Convalescent Home", dan ia pun langsung melontarkan candaannya dengan mengatakan, "Titty Pierce, terdengar seperti dia telah menghabiskan waktunya di sebuah puting yang berbentuk rumah, aku tidak tahu."

Candaan yang ia keluarkan, berhasil menarik perhatian penonton yang langsung tertawa terbahak-bahak. Tak lama, candaannya ini langsung menjadi malapetaka bagi dirinya, karena Titi Pierce menuntut Ellen DeGeneres akibat candaannya tersebut.

Kim Kardashian saat tampil dalam acara yang dipandu Ellen DeGeneres [foto:eOnline]

"Sebelumnya, terdakwa telah menyebut nama Nona Pierce hanya dengan nama awalnya 'Titi,' yang, seperti aturan tata bahasa, diucapkan 'TEE TEE'," tulis gugatan tersebut. Akibat dari ejekan ini, kabarnya, Titi Pierce merasakan depresi yang luar biasa.

"Sebagai akibat langsung dan paling awal dari perilaku Tergugat, Nona Pierce telah menderita stres, gangguan emosi, rasa malu, penghinaan, kemarahan dan sakit mental lainnya."

Tak hanya itu, Titi Pierce pun menuntut bahwa tayangan tersebut harus dihapus dan tidak ditayangkan lagi di mana pun. Sementara itu, baik Ellen DeGeneres maupun Warner Bros. belum mau berkomentar mengenai masalah ini.