Quentin Tarantino Izinkan Filmnya Dibajak!

Oleh Ratnaning Asih pada 20 Jan 2016, 06:00 WIB
Diperbarui 20 Jan 2016, 06:00 WIB
Quentin Tarantino
Perbesar
Quentin Tarantino, mempromosikan film terbarunya The Hateful Eight (Guardian)

Liputan6.com, Canberra Biasanya, para sineas akan kesal luar biasa bila mengetahui film yang telah susah payah mereka buat lantas disaksikan secara ilegal oleh para penonton. Tapi tidak dengan Quentin Tarantino. Ia malah memberikan lampu hijau ketika mengetahui Django Unchained, filmnya yang dirilis 2013 silam, ramai-ramai ditonton secara ilegal di Cina.

Apa pasal? Ternyata, keputusan ini diambil karena menurutnya, lembaga sensor di negara ini terlalu banyak menggunting bagian-bagian penting dalam film ini. Karena itulah sutradara The Hateful Eight ini beranggapan film bajakan yang lolos dari sensor pemerintah adalah versi yang lebih baik bagi penonton.

Apa yang kita lihat di Django Unchained, film western berlatar perbudakan karya Quentin Tarantino, ternyata belum semuanya.

"Ada banyak penggemar di Cina yang membeli filmku di jalanan demi bisa menontonnya, dan aku OK saja dengan hal itu," katanya seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (19/1/2016).

Kasus Django Unchained di Negeri Tirai Bambu ini memang cukup unik. Awalnya film ini diizinkan tayang di sejumlah bioskop di Cina, setelah Tarantino turun tangan sendiri dalam mengurangi derajat kekerasan dalam film ini. Namun beberapa menit sebelum film ini akhirnya tayang di bioskop, pemerintah tiba-tiba melarang pemutaran Django Unchained.

Sutradara Quentin Tarantino.

Film ini akhirnya dirilis ulang lebih dari satu bulan kemudian. Hanya saja, sejumlah bagian vital seperti adegan penyiksaan dan akhir film diubah dari rilisan kedua ini.

Mengingat Cina adalah kasus khusus, tentu Tarantino tak mengizinkan hal yang sama berlaku di daerah lain. "Tapi, bila pemerintah kemudian menyensor filmku, aku ingin para penonton dapat melihat film-filmku dengan cara apa pun yang mereka bisa," katanya. (fei)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya