Wapres JK Bakal Buka Pameran Lukisan Tiongkok

Oleh Julian Edward pada 09 Nov 2015, 00:00 WIB
Diperbarui 09 Nov 2015, 00:00 WIB
Pameran Lukisan Tiongkok
Perbesar
Pameran Lukisan Tiongkok

Liputan6.com, Jakarta Perusahaan konstruksi asal Tiongkok, Bauing Group, mempersiapkan pameran 89 lukisan dan kaligrafi Tiongkok di Jakarta, 17-18 November 2015. Kegiatan ini untuk menggelorakan kembali sejarah Jalur Sutra, khususnya untuk meningkatkan hubungan kebudayaan Indonesia dan Tiongkok.

"Upaya menggelorakan jalan sutra pernah diungkapkan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam kunjungan di parlemen Indonesia tahun 2013," kata Ketua Pelaksana Pameran Lukisan dan Kaligrafi Tiongkok Bauing Indonesia Jefry Teguh dalam konferensi pers, di Balai Kartini, Jakarta, Senin (9/11/2015).

Jefry menyampaikan, inisiatif Xi Jinping didasari keinginan mempererat hubungan dan kerja sama sebagaimana layaknya pada masa Jalur Sutra. Jalur Sutra memberikan manfaat untuk semua negara yang berada di jalur tersebut, di antaranya terjadi pertukaran budaya yang saling menghargai antarbangsa.

Jalur Sutra digunakan pada abad XIX karena pada masa itu komoditas sutra Tiongkok banyak diperdagangkan dari Asia hingga Eropa. Jalurnya dari Tiongkok ke utara dan selatan.

Perwakilan Bauing Indonesia, Martin, mengatakan, pameran lukisan dan kaligrafi Tiongkok tersebut merupakan bagian dari pentingnya komunikasi melalui lintas budaya. Bauing Group menggandeng Collaborative Innovation Center for 21st Century Maritime Silk Road Studies (CICMSRS) dan Guangzhou Municipal Artist Association. CICMSRS adalah lembaga penelitian strategi internasional yang berfokus pada studi diplomatik internasional tentang warisan budaya Jalur Sutra abad XXI. Komunitas seniman Guangzhou yang terlibat adalah dari Tim Federal Sastra dan Seni Kota Guangzhou.

Rencananya, pameran ini akan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam dua hari pameran nantinya akan digelar karya lukisan pemandangan Gunung Hakka di Tiongkok sepanjang 60 meter. Pada hari pertama untuk tamu undangan dan lelang dua lukisan. Hasil lelang sepenuhnya akan disumbangkan ke Palang Merah Indonesia.
Menurut Jefry, lukisan Tiongkok menggunakan media cat air. Media ini secara teknis lebih sulit dibandingkan dengan media lainnya.

"Lukisan yang akan dipamerkan tentang alam Tiongkok," kata Jefry.