HM Sampoerna Catatkan Kapitalisasi Pasar Terbesar di BEI

Oleh Agustina Melani pada 06 Nov 2013, 07:45 WIB
Diperbarui 06 Nov 2013, 07:45 WIB
profit-bank130423c.jpg
Perbesar
PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) masih mencatatkan kapitalisasi pasar saham terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 31 Oktober 2013. Kapitalisasi pasar saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik Rp 6,57 triliun menjadi Rp 293,22 triliun.

Kapitalisasi pasar terbesar di urutan kedua dipegang oleh PT Astra International Tbk (ASII) mencapai Rp 269,21 triliun pada 31 Oktober 2013. Kapitalisasi pasar perseroan juga naik dari periode 30 September 2013 dengan angka kapitalisasi Rp 261,11 triliun.

Urutan ketiga, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan kapitalisasi pasar saham senilai Rp 255,06 triliun. Demikian mengutip dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (6/11/2013).

Kepala Riset PT Universal Broker Securities, Satrio Utomo menilai, meski PT HM Sampoerna Tbk masih mencatatkan kapitalisasi pasar saham terbesar. Akan tetapi saham HMSP tidak likuid di bursa saham sehingga tidak menjadi pilihan pelaku pasar.

Meski demikian, Satrio mengatakan, saham-saham berkapitalisasi besar lain dapat menjadi pilihan. Apalagi didukung kinerja keuangan yang baik.

Menurut Satrio, kinerja emiten pada kuartal III 2013 tidak terlalu buruk. Dengan kondisi itu, fundamental keuangan emiten masih cukup kuat pada 2013. Sehingga memberikan sentimen positif ke indeks saham.

"Dengan IHSG menguat ada kemungkinan saham-saham berkapitalisasi besar dapat menguat ," tutur Satrio, saat dihubungi Liputan6.com.

Hal senada dikatakan Analis PT Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe. Kondisi ekonomi Indonesia yang membaik dengan inflasi tinggi mulai mereda diharapkan dapat mendukung kinerja emiten pada akhir tahun 2013.

Kedua analis ini pun memilih sektor saham perbankan berkapitalisasi besar untuk dapat dicermati oleh pelaku pasar. Apalagi sektor saham perbankan menjadi salah satu penggerak indeks saham yang cukup aktif. Rekomendasinya pun buy on weakness untuk saham berkapitalisasi besar.

Adapun saham-saham perbankan berkapitalisasi besar yang jadi pilihan seperti saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). "Kinerja emiten perbanklan seperti Bank Mandiri masih inline dengan harapan pasar jadi ada kemungkinan saham kapitalisasi besar masih bagus ke depan," kata Satrio.

Adapun saham berkapitalisasi besar lain seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)  yang  mencatatkan kapitalisasi pasar saham senilai Rp 236,87 triliun.

PT Unilever Indonesia Tbk mencatatkan kapitalisasi pasar saham senilai Rp 228,9 triliun pada 31 Oktober 2013 dari periode 30 September 2013 sebesar Rp 228,9 triliun. Posisi PT Unilever Indonesia Tbk berada di posisi lima.

Lalu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan kapitalisasi pasar saham senilai Rp 198,65 triliun pada 31 Oktober 2013. Disusul kapitalisasi pasar saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 192,63 triliun di posisi ketujuh.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatatkan kapitalisasi pasar saham terbesar di BEI mencapai Rp 123,63 triliun dengan posisi di urutan kedelapan.

Sedangkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan kapitalisasi pasar saham senilai Rp 88,61 triliun pada 30 Oktober 2013.

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) membukukan kapitalisasi pasar saham senilai Rp 85,11 triliun, dan berada di posisi kesepuluh saham berkapitalisasi besar di Indonesia. (Ahm)