Sebagian Operasional Pemerintah AS Berhenti, Ini Respons Pasar

Oleh Liputan6 pada 02 Okt 2013, 10:52 WIB
Diperbarui 02 Okt 2013, 10:52 WIB
ihsg-menurun-drastis-130634-b.jpg
Perbesar
Penghentian operasional pemerintah Amerika Serikat (shutdown) untuk sementara dalam 17 tahun telah membuat spekulasi di pasar keuangan.

Spekulasi itu mengenai penghentian kerja akan berakhir pada waktunya ketika anggota parlemen mengatasi batas utang negara.  Indeks kondisi keuangan Bloomberg naik untuk pertama kali dalam seminggu. Indeks ini naik 0,17 menjadi 1,34.

Indeks ini mengukur stress di pasar dengan menggabungkan segala sesuatu dari harga di pasar uang untuk imbal hasil obligasi pemerintah dan korporasi terhadal volatilitas dalam indeks. Adapun selama perdebatan pagu utang Agustus 2011, indeks ini menjadi negatif.

"Orang berasumsi akan ada beberapa solusi, dan mereka akan mencari tahu pada detik-detik terakhir. Akan tetapi pertanyaannya kapan. Masih banyak ketidak pastian untuk bekerja apalagi melalui hasil dari perdebatan yang sangat tidak pasti," ujar Dan Greenhaus, Chief Global Strategist BTIG LLC, demikian mengutip Bloomberg, Rabu (2/10/2013).

Imbal hasil surat utang Amerika Serikat untuk tenor 10 tahun naik 0,04% menjadi 2,65% waktu New York. Imbal hasil surat utang Amerika Serikat turun dari level tertinggi 3% pada 6 September.

Selain itu, resiko kredit perusahaan Amerika Serikat turun. Indeks Markit CDX North American Investment Grade, indeks sebagai patokan oleh investor yang digunakan untuk lindung nilai terhadap resiko kerugian untuk spekulasi pada kredit. Indeks ini turun 2,18 basis poin menjadi 79,73 basis poin.

Indeks US Dollar Bloomberg, yang melihat kinerja 10 mata uang global terkemuka terhadap dolar turun 0,1% menjadi 1.011 di New York. Indeks ini telah diperdagangkan dalam kisaran 1.008,4 dan 1.054,48 dalam tiga bulan ini.

Lalu indeks S&P 500 naik 0,8% menjadi 1.695 di New York. Indeks Dow Jones naik 62,03 poin atau 0,41% menjadi 15.191,70. Indeks Volatilitas CBOE, indeks yang mengukur volatilitas pergerakan harga saham ini melemah 6,39% menjadi 15,54. (Amh/Igw)

Tag Terkait