Saham Twitter Melonjak 22 Persen Usai Kembali Ada Tawaran Elon Musk

Oleh Agustina Melani pada 05 Okt 2022, 12:16 WIB
Diperbarui 05 Okt 2022, 12:16 WIB
Twitter
Perbesar
Ilustrasi Twitter (Foto: Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - CEO Tesla Elon Musk telah membalikan arah dan kembali mengusulkan untuk membeli Twitter. Harga pembelian Twitter itu USD 54,20 per saham.

Hal itu berdasarkan pengajuan yang disampaikan ke otoritas pada Selasa, 4 Oktober 2022. Dengan kabar itu mendorong saham Twitter ditutup naik lebih dari 22 persen. Saham Twitter melonjak 22,24 persen ke posisi USD 52 per saham.

Perusahaan media sosial itu mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan telah menerima surat tersebut. Twitter menyatakan, tujuan perusahaan adalah untuk menutup transaksi pada USD 54,20 per saham.

Sumber CNBC menyebutkan, kesepakatan bisa terjadi terjadi segera setelah Jumat pekan ini. Sebelumnya saham dihentikan setelah Bloomberg pertama kali melaporkan rencana CEO Tesla melanjutkan kesepakatan untuk akuisisi perusahaan.

Pengajuan SEC mengatakan, Elon Musk mengirim surat ke Twitter pada Senin, 3 Oktober 2022 dan memberi tahu perusahaan tentang niatnya untuk melanjutkan transaksi yang disepakati pada 25 April, dan kesepakatan itu diumumkan secara publik.

Beberapa minggu setelah Musk setujui kesepakatan itu, valuasi Twitter di kisaran USD 44 miliar. Ia dengan cepat mencoba mundur dan resmi memberi tahu perusahaan tentang niat akhiri perjanjian pada Juli 2022. Twitter menggugat Elon Musk untuk memaksanya melakukan pembelian. Kedua belah pihak dijadwalkan untuk diadili di Delaware Chandery Court pada 17 Oktober 2022.

Musk menuduh Twitter telah salah menyebutkan jumlah “bot” pada layanannya sebagai salah satu alasan mengingkari kesepakatan. Ia dan pengacaranya klaim perusahaan media sosial itu menyesatkan investor dengan memberikan angka palsu dalam pengajuan perusahaan ke Securities and Exchange Commission.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Pemegang Saham Twitter Setuju Tawaran Musk

Twitter
Perbesar
Ilustrasi Twitter. (Pexels.com/Brett Jordan)

Twitter membalas, bagaimana pun pernyataan Musk tentang penipuan tidak benar dan didasarkan pada kesalahpahaman tentang cara perusahaan menghitung bot dan akun palsu di platformnya.

Musk juga menuduh Twitter gagal memberikan data yang diperlukan terkait spam dan bot yang dibantah Twitter. Twitter menuduh Musk sedang mencari alasan untuk mundur dari kesepakatan ketika saham perusahaan turun bersamaan dengan penurunan lebih luas di pasar secara keseluruhan.

Meskipun Musk berusaha untuk menunda tanggal persidangan, Chancellor Kathaleen McCormick menolak keinginannya dengan alasan Twitter berpotensi menimbulkan “bahaya yang tidak dapat diperbaiki”. Chancellor mengizinkan Musk dan pengacaranya untuk mengubah klaim balasan mereka untuk memasukkan tuduhan tertentu yang dibuat oleh mantan kepala keamanan Twitter dalam gugatan pelapor terpisah terhadap perusahaan.

Pada September 2022, pemegang saham Twitter menyetujui tawaran awal Musk untuk membeli perusahaan tersebut. Sementara itu, saham Tesla ditutup naik hampir tiga persen pada Selasa waktu setempat.


Elon Musk Jadi Beli Twitter Pakai Harga Awal

Aplikasi Twitter
Perbesar
Aplikasi Twitter. Ilustrasi: Dailydot.com

Sebelumnya, Elon Musk dikabarkan bakal melanjutkan pembelian perusahaan media sosial Twitter, setelah sebelumnya sempat bersitegang akibat kabar dibatalkannya proses tersebut.

Dalam pengajuan yang dikonfirmasi di Securities and Exchange Commission (SEC), tercatat transaksi akan dilakukan di harga USD 54,20 per saham alias sesuai dengan kesepakatan awal keduanya.

Di pengajuan SEC, Musk mengatakan akan "melanjutkan penutupan transaksi" dengan syarat yang ia negosiasikan dengan Twitter pada bulan April, selama gugatan yang diajukan perusahaan media sosial itu terhadapnya untuk memaksa menutup kesepakatan, ditunda.

Dilansir The Verge, dikutip Rabu (5/10/2022), pengajuan ini menyusul laporan Bloomberg yang menyebut bos Tesla itu, akan menutup kesepakatan di bawah persyaratan asli yang diusulkannya pada Bulan April, sebelum upaya pembatalan.

Selasa malam waktu setempat, Musk di akun Twitter-nya mengunggah cuitan yang menunjukkan ketertarikannya dengan ide memiliki Twitter.

"Membeli Twitter adalah akselerator untuk membuat X, aplikasi segalanya," kata Musk melalui akun resminya.

Sementara, menanggapi kabar dilanjutkannya pembelian oleh Elon Musk, akun Twitter's Investor Relations juga telah mengonfirmasi akan menutup transaksi tersebut.

"Kami menerima surat dari pihak Musk yang telah mereka ajukan ke SEC. Tujuan perusahaan adalah untuk menutup transaksi pada USD 54,20 per saham," tulis akun tersebut di Twitter.

 


Alasan Mau Batal Beli Twitter

Ilustrasi twitter
Perbesar
Ilustrasi twitter. (Photo by Jeremy Bezanger on Unsplash)

Sebelumnya, Elon Musk dan Twitter sempat berseteru setelah CEO SpaceX itu menyatakan tidak jadi membeli perusahaan media sosial tersebut. Keduanya bahkan memiliki jadwal di pengadilan.

Alasan pembatalan pembelian, secara garis besar, seperti mengutip The Verge, Minggu (7/8/2022), dokumen dari kubu Musk mengklaim Twitter berbohong mengenai statistik yang mencerminkan jumlah pengguna aktif dan jumlah bot.

"Tindakan ini (pembatalan) muncul dari pernyataan keliru Twitter kepada pihak Musk mengenai kondisi perusahaan dan metrik utama yang dipakai Twitter untuk mengevaluasi jumlah pengguna di platformnya," kata dokumen pihak Elon Musk.

Disebutkan dalam dokumen pula, pihak Musk bernegosiasi untuk membuktikan kebenaran pengungkapan Twitter pada SEC. Namun, pengungkapan tersebut jauh dari kebenaran.

"Sebaliknya, (pengungkapan) mengandung banyak kesalahan representasi atau kelalaian material yang mendistorsi nilai Twitter dan penyebabkan Pihak Musk setuju untuk mengakuisisi perusahaan dengan harga yang lebih tinggi," katanya.

Elon Musk bahkan diketahui sempat menantang CEO Twitter Parag Agrawal, untuk melakukan debat terbuka terkait persentase bot di platform media sosial tersebut.

Pihak jejaring sosial tersebut pun juga sudah menyatakan menggugat Elon Musk, Selasa (12/7/2022), karena dinilai melanggar kesepakatan senilai USD 44 miliar (Rp 659 triliun).

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya