Astra International Tebar Dividen Interim 2022 Rp 88 per Saham, Cek Jadwal Pembagiannya

Oleh Agustina Melani pada 04 Okt 2022, 08:11 WIB
Diperbarui 04 Okt 2022, 08:11 WIB
Gedung Astra. Dok Astra
Perbesar
Gedung Astra. Dok Astra

Liputan6.com, Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII) membagikan dividen interim 2022 sebesar Rp 3,56 triliun. Penetapan pembagian dividen interim 2022 Astra International telah diputuskan dalam rapat direksi pada 29 September 2022.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (4/10/2022), PT Astra International Tbk membagikan dividen interim setara Rp 88 per saham.

Adapun pertimbangan pembagian dividen interim 2022 tersebut berdasarkan data keuangan per 30 Juni 2022 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 18,17 triliun, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 173,7 triliun, dan total ekuitas sebesar Rp 232,08 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen interim 2022 Astra International:

-Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 11 Oktober 2022

-Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 12 Oktober 2022

-Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 13 Oktober 2022

-Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 14 Oktober 2022

-Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai pada 13 Oktober 2022 pukul 16.00

-Tanggal pembayaran dividen pada 31 Oktober 2022

Pada penutupan perdagangan 3 Oktober 2022, saham ASII stagnan di posisi Rp 6.625 per saham. Saham ASII berada di level tertinggi Rp 6.700 dan terendah Rp 6.600 per saham. Total frekuensi perdagangan 27.369.174 saham. Nilai transaksi Rp 181,8 miliar. Total frekuensi perdagangan 6.624 kali.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Astra International Rogoh Rp 192,90 Miliar Beli 140,2 Juta Saham HEAL

Gedung PT Astra International Tbk (Foto: Astra)
Perbesar
Gedung PT Astra International Tbk (Foto: Astra)

Sebelumnya, manajemen PT Astra International Tbk (ASII) menambah kepemilikan saham di emiten rumah sakit (RS) PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) pada Jumat, 16 September 2022.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (22/9/2022), PT Astra International Tbk membeli 140.297.400 saham HEAL dengan rata-rata harga pembelian saham Rp 1.375 per saham. Dengan demikian, nilai transaksi pembelian saham Rp 192,90 miliar.

“Tujuan dari transaksi investasi, status kepemilikan langsung,” tulis manajemen PT Astra International Tbk.

Setelah transaksi pembelian, Astra International genggam 1.110.823.200 saham ASII. Jumlah saham itu setara 7,45 persen dari sebelumnya 6,5 persen atau 970.525.800 saham ASII.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis, 22 September 2022, saham HEAL naik 0,33 persen ke posisi Rp 1.505 per saham. Saham HEAL dibuka turun lima poin ke posisi Rp 1.495 per saham. Saham HEAL berada di level tertinggi Rp 1.520 dan terendah Rp 1.485 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.747 kali dengan volume perdagangan 100.591 saham. Nilai transaksi Rp 15,1 miliar.

Sementara itu, saham ASII menguat terbatas 0,35 persen ke posisi Rp 7.175 per saham. Saham ASII dibuka turun 125 poin ke posisi Rp 7.025 per saham.

Saham ASII berada di level tertinggi Rp 7.225 dan terendah Rp 7.000 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.211 kali dengan volume perdagangan 264.002 saham. Nilai transaksi Rp 188,9 miliar.


Astra Bakal Tambah Kepemilikan Saham di Emiten RS Hermina

Gedung PT Astra International Tbk (Foto: Astra)
Perbesar
Gedung PT Astra International Tbk (Foto: Astra)

Sebelumnya, PT Astra International Tbk (ASII) berencana menambah kepemilikan saham di PT Medikaloka Hermina Tbk  (HEAL) atau biasa disebut Hermina, jika terdapat peluang bagi Perseroan.

Direktur Astra International Gideon Hasan menuturkan, pihaknya melakukan tinjauan strategis terhadap investasi yang dilakukan oleh Perseroan. 

“Mengenai Hermina pada dasarnya di Astra secara berkala melakukan tinjauan strategis terhadap investasi yang kami lakukan,” kata Gideon Hasan dalam Public Expose Astra International, Kamis (22/9/2022).

Selain itu, Astra International akan berusaha menambah kepemilikan di Hermina jika ada peluang. 

“Jika kami merasa Astra bisa memberikan nilai tambah dan Hermina bisa berikan sinergi ditambah investasi di Hermina memberikan nilai tambah bagi stakeholder, jika ada peluang Astra berusaha menambah kepemilikan di Hermina,” kata dia. 

Astra juga akan berkolaborasi dengan Hermina dan Halodoc untuk meningkatkan kualitas di sektor kesehatan.

"Kami akan mencoba berkolaborasi antara Hermina, Astra Group dan Halodoc untuk meningkatkan kualitas di sektor kesehatan,” pungkasnya.

 


Genggam 6,5 Persen Kepemilikan Saham HEAL

Terjebak di Zona Merah, IHSG Ditutup Naik 3,34 Poin
Perbesar
Pekerja bercengkerama di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). IHSG ditutup naik 3,34 poin atau 0,05 persen ke 5.841,46. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Astra International Tbk (ASII) menambah kepemilikan saham di PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) pada 8-25 Agustus 2022.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/8/2022), PT Astra International Tbk menambah kepemilikan saham HEAL sekitar 160.990.700 saham dengan harga pembelian beragam pada 8-25 Agustus 2022.

Rata-rata harga pembelian di kisaran Rp 1.318-Rp1.375 per saham. Perseroan diperkirakan merogoh kocek Rp 215,81 miliar untuk menambah kepemilikan saham di HEAL.

Dengan pembelian saham HEAL itu, PT Astra International Tbk kini memiliki 970.525.800 saham atau 6,5 persen dari sebelumnya 809.535.100 saham atau 5,43 persen.

"Tujuan dari transaksi investasi, status kepemilikan langsung," tulis manajemen PT Astra International Tbk.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 26 Agustus 2022, saham HEAL naik 3,18 persen ke posisi Rp 1.460 per saham. Saham HEAL dibuka stagnan Rp 1.415 per saham. Saham HEAL berada di level tertinggi Rp 1.500 dan terendah Rp 1.415 per saham. Total frekuensi perdagangan sekitar 4.110 kali dengan volume perdagangan 209.772 saham. Nilai transaksi Rp 31 miliar.

Sedangkan saham ASII melemah 1,43 persen ke posisi Rp 6.875 per saham. Saham ASII dibuka stagnan Rp 6.975 per saham. Saham ASII berada di level tertinggi Rp 7.025 dan terendah Rp 6.850 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.685 kali dengan volume perdagangan 392.933 saham. Nilai transaksi Rp 272,7 miliar.

 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya