IHSG Berpotensi Lesu, Cermati Rekomendasi Saham Hari Ini 4 Oktober 2022

Oleh Agustina Melani pada 04 Okt 2022, 07:11 WIB
Diperbarui 04 Okt 2022, 07:11 WIB
Terjebak di Zona Merah, IHSG Ditutup Naik 3,34 Poin
Perbesar
Pekerja melintasi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Meski terjebak di zona merah, IHSG berhasil mengakhiri perdagangan di level 5.841. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Selasa, (4/10/2022).

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, setelah rilis data ekonomi berupa data inflasi yang menunjukkan masih berada dalam rentang stabil dengan kondisi perekonomian juga masih berjalan dengan baik serta cenderung kembali ke arah normal setelah pandemi COVID-19.

William menilai, hal ini tentu dapat berkontribusi terhadap kinerja keuangan emiten dalam pasar modal Indonesia sehingga dapat turut memberikan sentimen positif terhadap pergerakan IHSG dalam jangka panjang.

“Hari ini IHSG berpotensi melemah di kisaran 6.872-7.236,” tulis dia dalam catatannya.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG ditutup terkoreksi 0,4 persen ke 7.009 pada perdagangan Senin, 3 Oktober 2022 dan masih berada pada rentang area MA60 dan MA200.

“Worst case pada skenario hitam, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (a) dari wave [y] sehingga penguatan IHSG akan cenderung terbatas untuk menguji area 7.089-7.110 dan rawan terkoreksi menuju 6.870-6.920 kembali,” kata dia.

Namun, best case di skenario merah, IHSG sudah berada di akhir wave c dari wave (a) dari wave [y], sehingga IHSG berpeluang menguat menguji 7.130-7.200.

Herditya prediksi, level support IHSG di 6.900,7.015 dan resistance 7.135,7.156 pada awal pekan ini.

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).

Sementara itu, William memilih saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Selain itu, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Rekomendasi Teknikal

Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin
Perbesar
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Karena hal tersebut, Jokowi memberi apresiasi kepada seluruh pelaku industri maupun otoritas pasar modal. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Berikut rekomendasi teknikalnya:

1.PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) - Buy on Weakness (2,680)

Saham BTPS ditutup terkoreksi 1,8 persen ke level 2.680 pada perdagangan 3 Oktober 2022 dan disertai oleh adanya peningkatan tekanan jual.

“Kami memperkirakan, posisi BTPS sedang berada di akhir wave 2 dari wave (C) sehingga koreksi BTPS relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali,” tutur dia.

Buy on Weakness: 2.610-2.670

Target Price: 2.860, 2.970

Stoploss: below 2.530

 

2.PT Barito Pacific Tbk (BRPT) - Buy on Weakness (785)

Saham BRPT ditutup terkoreksi 1,3 persen ke level 785 pada perdagangan 3 Oktober 2022.

“Kami perkirakan, posisi BRPT saat ini sedang berada di akhir wave C dari wave (B), sehingga koreksi BRPT akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali,” ujar dia.

Buy on Weakness: 745-770

Target Price: 870, 950

Stoploss: below 700

 

3.PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) - Buy on Weakness (950)

Saham ESSA ditutup terkoreksi 4,5 persen ke level 950 pada perdagangan 3 Oktober 2022 dan masih tertahan di 940 sebagai support terdekatnya.

“Kami perkirakan, posisi ESSA saat ini sedang berada di akhir wave [c] dari wave B pada label hitam, sehingga koreksi ESSA akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali,” ujar dia.

Buy on Weakness: 915-940

Target Price: 1.050, 1.160

Stoploss: below 835

 

4. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) - Buy on Weakness (7.500)

Saham TKIM ditutup menguat 1,7 persen ke level 7.500 pada perdagangan 3 Oktober 2022, pergerakan TKIM pun mampu berada di atas MA20-nya.

“Posisi TKIM saat ini kami perkirakan sedang berada di awal wave 5 dari wave (A) dari wave [Y], sehingga TKIM masih berpeluang melanjutkan penguatannya,” ujar dia.

Buy on Weakness: 7.400-7.475

Target Price: 7.800, 8.050

Stoploss: below 7.175


Penutupan IHSG 3 Oktober 2022

FOTO: PPKM, IHSG Ditutup Menguat
Perbesar
Pialang tengah mengecek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona merah hingga penutupan perdagangan Senin, 3 Oktober 2022. Pada awal pekan ini, sektor saham kesehatan memimpin koreksi.

Mengutip data RTI, IHSG tergelincir 0,44 persen ke posisi 7.009,71. Indeks LQ45 turun 0,50 persen ke posisi 1.006,37. Sebagian besar indeks acuan tertekan. Pada awal pekan, IHSG berada di level tertinggi 7.047,62 dan terendah 6.995,06. Sebanyak 252 saham menguat dan 281 saham melemah. 171 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.210.215 kali dengan volume perdagangan 20,4 miliar saham. Nilai transaksi Rp 10,8 triliun.  Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.278.

Mayoritas sektor saham tertekan yang dipimpin indeks sektor saham kesehatan. Indeks sektor saham kesehatan merosot 2,58 persen.

Diikuti indeks sektor saham keuangan susut 0,73 persen, indeks sektor saham IDXbasic melemah 0,71 persen, indeks sektor saham IDXinfrastruktur merosot 0,42 persen, indeks sektor saham IDXsiklikal terpangkas 0,16 persen, dan indeks sektor saham IDXtechno susut 0,15 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham IDXindustry menguat 1,01 persen, dan catat penguatan terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXenergy bertambah 0,67 persen, indeks sektor saham IDXnonsiklikal naik 0,45 persen, indeks sektor saham IDXproperty bertambah 0,24 persen dan indeks sektor saham IDXtransportasi naik 0,12 persen.


Bursa Saham Asia

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan Senin, 3 Oktober 2022. Indeks Hong Kong Hang Seng turun 0,97 persen setelah sentuh level terendah sejak Oktober 2011. Indeks ASX 200 melemah 0,27 persen ke posisi 4.56,90.

Indeks Jepang Nikkei naik 1,07 persen ke posisi 26.215,79. Indeks Topix bertambah 0,63 persen. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,8 persen.

Harga minyak berjangka Brent dan West Texas Intermediate (WTI) melompat setelah laporan kemungkinan OPEC+ pangkas pasokan.

Pada pekan ini, bank sentral Australia akan umumkan keputusan suku bunga acuan. Di sisi lain beberapa negara di Asia akan laporkan data inflasi. Bursa saham China libur untuk peringatan Golden Week. Bursa saham Korea Selatan juga libur.

 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya