Wall Street Kembali Bangkit Usai Imbal Hasil Obligasi AS Merosot

Oleh Agustina Melani pada 04 Okt 2022, 06:47 WIB
Diperbarui 04 Okt 2022, 06:47 WIB
(Foto: Ilustrasi wall street, Dok Unsplash/Sophie Backes)
Perbesar
(Foto: Ilustrasi wall street, Dok Unsplash/Sophie Backes)

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street reli pada perdagangan Senin, 3 Oktober 2022. Wall street  menguat pada awal bulan dan kuartal IV 2022 seiring imbal hasil obligasi pemerintah AS melemah.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 765,38 poin atau hampir 2,7 persen ke posisi 29.490,89. Indeks S&P 500 naik 2,6 persen menjadi 3.678,43 setelah merosot ke level terendah sejak November 2020. Indeks Nasdaq naik hampir 2,3 persen ke posisi 10.815,43.

Penguatan wall street menjadi hari terbaik sejak 24 Juni 2022 untuk Dow Jones, dan S&P 500 mencatat hari terbaik sejak 27 Juli 2022.

Pergerakan itu terjadi ketika imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun berada di 3,65 persen, setelah melampaui 4 persen pada satu titik pekan lalu. “Ini cukup sederhana pada titik ini, imbal hasil treasury 10 tahun naik, dan saham kemungkinan tetap di bawah tekanan. Imbal hasil obligasi turun dan saham menguat,” ujar Tavis McCourt dari Raymond James, dikutip dari CNBC, Selasa (4/10/2022).

Wall street akan keluar dari bulan yang sulit dengan indeks Dow Jones dan S&P 500 mencatat koreksi terbesar sejak Maret 2020. Indeks Dow Jones juga ditutup di bawah 29.000 untuk pertama kalinya sejak November 2020.

Pada September 2022, indeks Dow Jones turun 8,8 persen. Sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 9,3 persen dan 10,5 persen.

Pada kuartal III 2022, indeks Dow Jones turun 6,6 persen dan mencatat penurunan tiga kuartal berturut-turut untuk pertama kalinya sejak kuartal III 2015. Sementara itu, indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 5,28 persen dan 4,11 persen dan membukukan koreksi kuartalan sebanyak tiga kali berturut-turut untuk pertama kali sejak 2009.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Pasar Alami Jenuh Jual

Ilustrasi wall street (Photo by Robb Miller on Unsplash)
Perbesar
Ilustrasi wall street (Photo by Robb Miller on Unsplash)

Chief Investment Strategist CFRA Sam Stovall menuturkan, reli perdagangan pada Senin pekan ini tidak mengejutkan bagaimana pasar alami jenuh jual.

“Karena S&P 500 turun lebih dari 9 persen pada September 2022, karena ISM lebih lemah dari yang diharapkan, begitu juga untuk belanja konstruksi, pelaku pasar sekarang menduga The Fed mungkin tidak akan agresif,” ujar dia kepada CNBC.

Ia menambahkan, hal itu berdampak terhadap koreksi imbal hasil. “Kami melihat dolar AS melemah. Faktor-faktor itu berkontribusi pada pergerakan yang kita lihat hari ini,” kata dia.

Adapun sembilan dari 11 sektor saham S&P 500 menyelesaikan kuartal sebelumnya di wilayah negatif. Stovall menuturkan, investor baru saja mulai kehilangan harapan untuk kembalinya kuartal IV 2022. Namun, ia menilai, pasar masih bisa mendapatkannya seiring reli akhir tahun secara historis lebih kuat pada tahun pemilihan paruh waktu.

“Kita bisa melihat reli karena tahun-tahun pemilihan paruh waktu kuartal IV ini adalah rata-rata kuartal terbaik kedua dan memiliki frekuensi tertinggi,” tutur dia.


Penutupan Wall Street 30 September 2022

Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Steven Kaplan (tengah) saat bekerja dengan sesama pialang di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok karena investor menunggu langkah agresif pemerintah AS atas kejatuhan ekonomi akibat virus corona COVID-19. (AP Photo/Richard Drew)

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street anjlok pada perdagangan yang bergejolak pada Jumat, 30 September 2022. Wall street pun ditutup dengan kinerja yang buruk secara mingguan, bulanan dan kuartal. Bahkan koreksi yang terjadi membawa indeks S&P 500 ke level terendah baru pada 2022.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones ditutup turun di bawah 29.000 untuk pertama kalinya sejak November 2020. Indeks Dow Jones melemah 500,10 poin atau 1,71 persen ke posisi 28.725,51. Indeks Nasdaq melemah 1,51 persen ke posisi 10.575,62.

Sementara itu, indeks S&P 500 turun 1,51 persen pada Jumat pekan ini ke posisi 3.585,62. Indeks acuan tersebut menutup bulan terburuk sejak Maret 2020.

Pada perdagangan Jumat menandai hari terakhir September 2022 dan kuartal III 2022. Pada September 2022, indeks Dow Jones melemah 8,8 persen. Indeks S&P 500 turun 9,3 persen dan indeks Nasdaq tergelincir 10,5 persen.

“Ini adalah lingkungan yang sulit dan sulit untuk saham dan pendapatan tetap, sesuatu yang kami harapkan mengingat pandangan kami tentang the Fed mempertahankan suku bunga acuan lebih tinggi lebih lama dan pasar mulai melihat pandangan itu,” ujar Head of Portfolio Managamenet Horizon Investments, Zachary Hill, dikutip dari CNBC, Sabtu (1/10/2022).

Hill menuturkan, volatilitas pasar akan berlanjut dengan kecenderungan melemah di tengah menuju musim laporan keuangan.


Gerak Saham di Wall Street

Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Director of Trading Floor Operations Fernando Munoz (kanan) saat bekerja dengan pialang Robert Oswald di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street jatuh ke zona bearish setelah indeks Dow Jones turun 20,3% dari level tertingginya bulan lalu. (AP Photo/Richard Drew)

Sementara itu, laporan inflasi yang diawasi ketat oleh Federal Reserve Jumat pekan ini menunjukkan inflasi terus meningkat dengan cepat. Vice Chair the Fed Lael Brainard menilai perlu menurunkan inflasi. Ia menuturkan, bank sentral berkomitmen menghindari kembali penarikan sebelum waktunya pada kebijakan moneter yang ketat.

Di sisi lain, saham Nike turun tajam setelah melaporkan penjualan meningkat tetap rantai pasokan dan masalah persediaan menghambat laba pada kuartal I tahun fiskal.

Saham Nike ditutup turun 12,8 peren. Saham Carnival turun sekitar 20 persen setelah perseroan melaporkan laba kuartal III yang mengecewakan dan prospek kuartal IV yang lemah. Saham pelayaran Royal Caribbean dan Norwegia masing-masing turun 11 persen dan 15 persen.

Saham Netflix naik 37,4 persen pada kuartal III 2022. Penguatan tersebut menghentikan penurunan beruntun tiga kuartal untuk perusahaan streaming tersebut. Ini adalah periode tiga bulan terbaik untuk Netflix sejak kuartal I 2018 ketika naik 53,86 persen.

 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya