Inflasi September 2022 Sentuh 1,17 Persen, IHSG Melemah Terbatas

Oleh Elga Nurmutia pada 03 Okt 2022, 13:29 WIB
Diperbarui 03 Okt 2022, 13:29 WIB
Akhir 2019, IHSG Ditutup Melemah
Perbesar
Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah hingga penutupan perdagangan sesi pertama, Senin (3/10/2022. Koreksi IHSG terjadi di tengah Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi September 2022 sebesar 1,17 persen.

IHSG turun 0,32 persen ke posisi 7.018,48. Indeks LQ45 tergelincir 0,35 persen ke posisi 1.007,92. Sebagian besar indeks acuan alami koreksi.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 7.047,62 dan terendah 6.995,06. Sebanyak 265 saham melemah dan 261 saham menguat. 159 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 733.075 kali dan volume perdagangan 12,7 miliar saham. Nilai transaksi Rp 6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.243.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau. Indeks sektor saham IDXindustry menanjak 0,96 persen, dan catat penguatan terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXenergy mendaki 0,31 persen, indeks sektor saham IDXnonsiklikal menanjak 0,22 persen, indeks sektor saham IDXtechno menguat 0,21 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham IDXhealth susut 1,2 persen, dan catat koreksi terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXbasic melemah 0,69 persen, dan indeks sektor saham IDXfinance susut 0,38 persen.

Adapun bursa saham Asia cenderung melemah kecuali indeks saham Jepang Nikkei naik 1,07 persen. Indeks Hang Seng turun 0,82 persen, indeks Thailand melemah 1,28 persen, indeks Singapura tergelincir 0,40 persen dan indeks Taiwan susut 0,92 persen.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Top Gainers-Losers pada Sesi I 3 Oktober 2022

FOTO: IHSG Akhir Tahun Ditutup Melemah
Perbesar
Papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Saham-saham yang catat top gainers antara lain:

-Saham BKDP melonjak 34,88 persen

-Saham PCAR melonjak 32,48 persen

-Saham FIRE melonjak 18,98 persen

-Saham ARII melonjak 17,24 persen

-Saham KJEN melonjak 16,43 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham BPII melemah 6,96 persen

-Saham TFAS melemah 6,93 persen

-Saham HEXA melemah 6,92 persen

-Saham TAYS melemah 6,92 persen

-Saham RAFI melemah 6,84 persen

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

-Saham BBCA senilai Rp 462,5 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 412,7 miliar

-Saham BUMI senilai Rp 217,5 miliar

-Saham CARE senilai Rp 166 miliar

-Saham BEBS senilai Rp 163,5 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

-Saham BAPA tercatat 34.662 kali

-Saham SLIS tercatat 34.586 kali

-Saham KJEN tercatat 24.909 kali

-Saham IPTV tercatat 19.802 kali

-Saham AMMS tercatat 15.742 kali


Inflasi September 2022 Tembus 5,95 Persen secara Tahunan

Selama PPKM, Inflasi Agustus 2021 Diperkirakan 0,04 Persen
Perbesar
Pedagang melayani pembeli kebutuhan pokok di kiosnya di Pasar Lembang, Tangerang, Selasa (24/8/2021). Bank Indonesia (BI) memperkirakan, Indeks Harga Konsumen (IHK) alias inflasi akan berlanjut pada bulan Agustus 2021. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Indonesia kembali mencatatkan inflasi di September tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan angka inflasi September 2022 sebesar 1,17 persen.

Sementara inflasi tahun kalender 2022 mencapai 4,84 persen sedangkan inflasi secara tahunan sebesar 5,95 persen.

Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan, angka inflasi September 2022 berasal dari hasil pemantauan indeks harga konsumen (IHK) di 90 kota, yang sebagian besar mengalami inflasi.

 "Inflasi September 2022 sebesar 1,17 persen merupakan tertinggi sejak Desember 2014," jelas dia dalam sesi konferensi pers yang digelar secara hybrid, Senin (1/10/2022).

Di mana sebanyak 88 daerah mengalami inflasi, dan 2 tercatat deflasi. Di mana yang tertinggi berada di Bukit Tinggi sebesar 1,87 persen.

 

 

 


Selanjutnya

Kenaikan Harga BBM Pacu Laju Inflasi
Perbesar
Seorang pembeli memilih sayur toge di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (16/9/2022). Pemerintah memprediksi laju inflasi sebesar 1,38% pada September 2022. Adapun prediksi ini akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kementerian Keuangan mengatakan laju inflasi akan kembali normal pada November 2022. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Inflasi ini disebabkan kenaikan harga BBM dengan andil 0,81 persen dan harga beras sebesar 0,35 persen dan angkutan dalam kota 0,18 persen.

Sementara inflasi September terendah di Kota Merauke sebesar 0,07 persen. Kemudian 2 kota mengalami deflasi di Manokwari sebesar 0,64 persen dan Timika deflasi sebesar 0,59 persen.

Sedangkan jika secara tahunan, inflasi tertinggi ada di Sampit sebesar 8,85 persen dan terendah di Waingapu 3,92 persen.

Dia menyebutkan pada September terdapat beberapa kejadian yang mempengaruhi inflasi nasional. Seperti kenaikan harga BBM pada 3 September 2022.

Kemudian ada panen raya komoditas holtikultura yang berpengaruh ke perkembangan harga di holtikultura.

Selain itu, adanya kebijakan BI menaikkan suku bunga acuan atau BI 7 Day RR demi menahan laju inflasi. 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya